ADVERTORIAL

Miris Lihat Angkot di Batam, Ini Solusi Rian Ernest Untuk Transportasi Publik

Tak perlu jauh bicara soal konsep Batam menjadi kota cerdas, hal kecil saja seperti masalah transportasi publik masih jauh dari kata aman dan nyaman.

Miris Lihat Angkot di Batam, Ini Solusi Rian Ernest Untuk Transportasi Publik
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Bakal calon Walikota Batam 2020 jalur independen, Rian Ernest 

Miris Lihat Angkot di Batam, Ini Solusi Rian Ernest Untuk Transportasi Publik

TRIBUNBATAM.id - Siapa sih yang tidak kenal kota Batam? Batam terkenal dengan banyak keistimewaannya, seperti letak wilayahnya yang strategis karena berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, dikenal sebagai kota Industri, serta sebagai salah satu kota yang paling banyak dikunjungi wisatawan asing.

Tapi tampaknya Batam masih belum mampu memanfaatkan keistimewaan tersebut untuk menjadi sebuah kota yang maju.

Sudah lama kita mendengar bahwa Batam digadang-gadangkan menjadi wilayah smart city, intelligence island, dan konsep ciamik lainnya. 

Namun, tak perlu jauh bicara soal konsep Batam menjadi kota cerdas, hal kecil saja seperti masalah transportasi publik masih jauh dari kata aman, nyaman dan dapat diandalkan. 

Bahkan tak jarang kita sering mendengar kabar tentang konflik antar pengemudi transportasi publik di Batam.

Berbicara soal permasalahan transportasi publik, Rian Ernest selaku bakal calon wali kota Batam 2020 jalur independen, menyebut bahwa transportasi publik harus mengikuti perkembangan zaman. 

Rian ingin agar informasi transportasi publik bisa diakses melalui smartphone warga dan turis. Menurutnya, sebagai kota industri, transportasi publik di Batam harus ramah dengan pendatang, pekerja, serta turis.

“Saya miris melihat angkot dengan kondisi yang tidak sejalan dengan standar kota besar. Harus diremajakan. Bila duduk bersama, saya siap membantu berikan insentif pajak atau subsidi agar pelaku usaha transportasi membenahi kualitas dan standar layanan,” ujarnya, Sabtu (18/1/2020). 

“Jangan sampai pekerja kita yang sudah lelah bekerja dua shift operator harus tambah lelah lagi pulang dengan transportasi tak nyaman dan bersih,” lanjut Rian.

Halaman
12
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved