BATAM TERKINI

Sempat Dijauhi Calon Penumpang, Warga Temukan Ular di Atap Halte Depan RSBP Batam

Para calon penumpang ini menjauhi halte di depan RS BP Batam karena di atap halte terdapat ular berwarna hitam.

TRIBUNBATAM.ID/ALAMUDIN
Suasana halte depan RSBP Batam di Sekupang Batam, Sabtu (18/1/2020) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Halte depan Rumah Sakit (RS) Badan Pengusahaan (BP) Batam di Sekupang Batam mendadak dijauhi calon penumpang yang sedang menunggu bus Trans Batam pada Sabtu (18/1/2020).

Para calon penumpang ini menjauhi halte di depan RS BP Batam karena di atap halte terdapat ular berwarna hitam.

Seorang warga mengatakan, keberadaan ular tersebut diketahui Sabtu pagi oleh salah satu sopir taksi yang biasa menunggu penumpang di dekat halte rumah sakit BP Batam.





Sopir taksi itu dibantu beberapa orang di sekitar halte mencoba mengusir ular dari atap halte tersebut.

Selang lebih kurang 15 menit, ular itu diusir ke dalam hutan di belakang halte RS BP Batam.

Sopir itu mengatakan, ular tersebut diusir supaya para warga yang ingin menggunakan halte tidak terganggu dengan adanya hewan tersebut.

Ramalan Shio Sabtu 18 Januari 2020, Shio Ular Beri Kejutan Pada Pasangan

Bibir Pawang Ular Dower Setelah Dipatok Ular Pliharaannya, Awalnya Niat Atraksi Mencium Kepala Kobra

"Ular itu kita usir supaya halte ini bisa dibuat untuk menunggu bus way," ujarnya.

Setelah ular itu pindah dari atap halte ke hutan, calon penumpang kembali menggunakan halte itu untuk menunggu kendaraan.

Penemuan Ular Piton di Pusat Wisata Batu Tompak Tige Anambas

Masih ingat dengan kejadian banyaknya ular yang ditemukan di beberapa daerah seperti Jakarta dan pulau Jawa beberapa bulan lalu? Memasuki musim penghujan, keberadaan ular memang membuat masyarakat khawatir.

Ternyata tidak hanya di luar daerah saja reptil ini berkeliaran. 

Di Kepulauan Anambas, hewan berbahaya ini ditemukan di sekitar jalan jembatan Selayang Pandang (SP), tepatnya di pusat wisata Batu Tompak Tige, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, pada Jumat (17/1/2020).





Tak menunggu waktu lama, ular itu ditangani oleh petugas Satpol PP dan Damkar yang langsung menuju lokasi keberadaan ular jenis piton ini.

"Tadi ular itu ada di jaring di sekitar batu Tompak Tige. Anggota kita Satpol PP dan Damkar pleton khusus langsung melepaskan lilitan tali menggunakan pisau," kata Sekretaris Satpol PP Herry saat tribunbatam.id mengkonfirmasi, pada Jumat (17/1/2020).

Ia mengatakan, ular yang panjangnya mencapai 4 meter itu ditemukan dalam kondisi tubuhnya melilit tali dan tak bisa lepas. Setelah petugas melepaskan lilitan tali, kemudian ular tersebut dilepaskan kembali.

"Ya sudah dilepaskan ularnya di sekitar batu Tompak Tige oleh petugas Satpol PP dan Damkar pleton khusus," ungkapnya.

Penemuan ular sepanjang 4 meter tersebut hari ini adalah yang pertama kalinya di tahun 2020.

SEMPAT Lilit Tangan Warga, Begini Kronologi Penangkapan Ular Piton Seberat 25 Kg di Batam

Sebelumnya, seekor ular piton raksasa dengan panjang kurang lebih 8 meter ditemukan di salah satu ruko, komplek Central Legenda Point, Batam, Minggu (22/12/2019) malam.

Ular itu jatuh dari plafon salah satu ruko gudang tas di kawasan tersebut.

Budi (38), saksi mata yang menangkap ular tersebut mengatakan awalnya ia dimintai tolong oleh seorang penjual martabak di sekitar lokasi itu.

Penjual martabak tersebut sebelumnya dimintai tolong oleh pemilik ruko tempat ditemukannya ular.

Budi yang sehari-harinya bekerja di laundry sofa dan karpet sebelah ruko gudang tas tersebut langsung beranjak untuk menangkap ular.

“Waktu kami cek ke lokasi, rupanya ular itu dari atas, jatuh, jadi plafon itu jebol. Ngeri juga itu, soalnya besar kali ularnya,” terang Budi.

Bersama 4 orang lainnya, ia menangkap ular yang menurutnya memiliki berat lebih dari 25 kg tersebut.

 Musim Hujan Ular Bermunculan, WASPADA 10 Ular Berbisa Ini Paling Mematikan Selain Kobra

“Kalau dua orang yang nangkap nggak bisa, harus ramai-ramai,” imbuh Jupri (20), warga lainnya yang juga menyaksikan proses penangkapan ular tersebut.

Saat dievakuasi, ular itu sempat melakukan perlawanan dengan melilit tangan salah satu warga.

Namun, ular itu berhasil ditarik keluar dan dimasukkan ke dalam karung.

Menurut Budi, ular tersebut adalah ular betina yang siap bertelur.

Hal ini lantaran waktu dievakuasi, kata Budi, perut ular tersebut terasa seperti berisi telur.

Namun, menurutnya, telur tersebut pecah saat ular itu jatuh dari atas plafon.

“Ular itu posisinya mau bertelor itu, waktu kita tangkap ramai-ramai pecah telornya. Ada dua kira-kira,” terang Budi.

Ia mengaku panik sehingga tidak sempat menelepon pihak pemadam kebakaran.

Budi bersama warga setempat sempat bingung akan dikemanakan ular besar tersebut.

“Kalau dilepas nanti bahaya, kalau dibunuh kasihan,” kata Budi.

Proses penangkapan ular tersebut sempat menyedot perhatian warga di sekitar lokasi.

Akhirnya setelah dievakuasi, ular tersebut diserahkan ke pihak yang bersedia memeliharanya.

Meski cukup lega karena ular tersebut bisa ditangkap dari lingkungannya, Budi merasa masih banyak ular-ular lain di lokasi tersebut.

Terutama di kebun belakang komplek ruko yang banyak ditumbuhi pohon dan semak-semak. 

(tribunbatam.id/alamudin/Rahma Tika/Widi Wahyuningtyas)

Penulis: Alamudin Hamapu
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved