Sopir Taksi Online Diduga Dikeroyok, Anggota Komisi III DPRD Batam: Polisi Harus Usut Tuntas

Anggota komisi III DPRD Batam, Thomas Arihta Sembiring meminta polisi memproses dugaan kasus pengeroyokan terhadap taksi online di Batam Centre.

Sopir Taksi Online Diduga Dikeroyok, Anggota Komisi III DPRD Batam: Polisi Harus Usut Tuntas
TRIBUNBATAM.ID/LEO HALAWA
Kisruh antara taksi online dan konvensional di Batam Centre, Kota Batam, Selasa (3/12/2019). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Anggota komisi III DPRD Kota Batam, Thomas Arihta Sembiring meminta aparat kepolisian tetap melanjutkan dugaan kasus pengeroyokan terhadap taksi online di Batam.

Politisi PDIP ini mengatakan, peristiwa ini mencoreng wibawa moda transportasi di Kota Batam.

Ribut antara taksi online dan taksi konvensional kembali terjadi di sekitar kawasan mal di Batam Centre, Rabu (15/1/2020). 

"Kalau hari ini diberikan toleransi. Besok pasti muncul (ribut) lagi, dan begitu terus. Jadi ini harus jadi atensi Polri," ucapnya, Minggu (19/1/2020). 

Dia juga menyayangkan sikap Pemerintah Provinsi Kepri dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri yang seolah mendiamkan konflik berkepanjangan ini.

Menurutnya, jika Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 118 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus itu harus diberlakukan dan tidak surut begitu saja.

"Ketika sudah diketok, daerah harus segera memberlakukan itu. Turunan undang-undang harus ada sesuai UU Nomor 12 tahun 2011. Jika aturan menteri turun, daerah juga harus membuat turunannya," ujarnya.

Thomas juga menyayangkan keributan antara keduanya harus menyebabkan satu orang pengemudi taksi online cedera parah.

"PM 118 Tahun 2018 itu sudah sah. Artinya taksi online telah diakui. Jika kemudian ada pihak-pihak yang melakukan ketegangan sosial atau cenderung kepada tindak pidana, aparat harus turun dan mengusut tuntas kasus ini," tegasnya.

Polemik antara taksi konvensional dan taksi online di Kota Batam menjadi atensi Kepolisian Daerah (Polda) Kepri.

Dua orang pelaku pengeroyokan terhadap pengemudi taksi online pun diketahui masih buron 

Hal ini ditegaskan oleh Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt.

"Tentu. Kami juga akan mengikutsertakan instansi terkait," ungkapnya kepada TribunBatam.id, Sabtu (18/1/2020).(tribunbatam.id/ichwannurfadillah)

Penulis: Ichwan Nur Fadillah
Editor: Septyan Mulia Rohman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved