Breaking News:

IMLEK 2020

Ini Makna Warna Merah Dalam Perayaan Imlek, dan Tradisi Saat Imlek

Sejumlah pernak pernik khas imlek mulai terlihat di sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Kepri. Ada sebab warna merah dalam setiap perayaan imlek.

Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Rahmatika
Lampion di Jalan Hang Tuah, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri, Senin (13/1/2020). 

Bazar ini terpusat di di kawasan Kota Lama, jalan Merdeka sampai Tengku Umar, Kecamatan Tanjungpinang Kota.

Hiasan lampion indah berwarna merah tampak terbentang di sepanjang kawasan kota lama itu.

Bazar Imlek di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Rabu (8/1/2020).
Bazar Imlek di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Rabu (8/1/2020). (tribunbatam.id/endrakaputra)

Deratan stan yang memenuhi sisi kanan dan kiri jalan menawarkan berbagai jenis variasi produk seperti aneka minuman, makanan, aksesoris, fashion, pernak-pernik dan kue-kue imlek.

Ada juga stan yang menjual tanjak, mainan anak-anak, eletronik, hingga produk handphone.

Kehadiran stan bazar ini tentunya menarik perhatian ribuan pengunjung, baik yang ingin berbelanja atau hanya sekadar mencuci mata.

Setiap tahun, sebelum perayaan Tahun Baru Imlek di Kota Tanjungpinang selalu dibalut dalam pesta rakyat yang dikenal dengan Bazar Imlek.

Seorang pengunjung bazar, Adel mengaku senang dengan adanya bazar imlek ini. Datang bersama teman-temannya, bazar ini selalu ditunggu, karena hanya dibuka satu tahun sekali.

"Di sini kami bukan hanya bisa melihat indahnya lampion pada malam hari saja, tapi bisa berwisata kuliner. Banyak sekali jajanan dan barang-barang menarik di sini," sebutnya, Rabu (8/1/2020) malam.

Pedagang menjual barang dagangannya di bazar imlek di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Rabu (8/1/2020).
Pedagang menjual barang dagangannya di bazar imlek di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Rabu (8/1/2020). (tribunbatam.id/endrakaputra)

Sambil mencicipi aneka jajanan, pengunjung juga bisa berswafoto dengan latar belakang lampion indah berwarna merah.

"Bazar ini jadi destinasi menarik bagi kami untuk mengisi waktu libur," ujarnya

Seorang penjual pakaian yang biasa berkeliling menjual dagangannya, Cici mengaku gembira dengan adanya bazar imlek, karena bisa menambah omzet dan pelanggan baru.

"Saya berjualan sudah 27 tahun. Meski hanya setahun sekali, bazar imlek ini bisa jadi mata pencarian saya. Jadi setiap tahun saya pasti ikut mengisi stan di bazar imlek ini," katanya sambil menawarkan dagangannya.

Sebagai informasi, kegiatan bazar imlek di kota Tanjungpinang berlangsung selama satu bulan. Mulai 27 Desember 2019, hingga 22 Januari 2020.

Bazar ini merupakan salah satu agenda tahunan yang digelar di kota Tanjungpinang. Tujuannya untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya etnis Tionghoa kepada masyarakat Indonesia serta menggaet wisatawan untuk datang ke kota Gurindam.

Wali kota Tanjungpinang Syahrul telah meresmikan bazar tersebut pada Jumat (27/12/2019) lalu.

(TribunBatam.id/Ardana Nasution/Rahmatika/Elhadifputra/Endrakaputra)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved