Breaking News:

ANAMBAS TERKINI

Polres Anambas Turun Tangan Sikapi Kasus Bully Siswi SMK, Pacar Korban Ikut Diperiksa

Polres Kepulauan Anambas turun tangan menindaklanjuti kasus yang tengah viral di masyarakat Kepulauan Anambas.

Penulis: Rahma Tika | Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/RAHMA TIKA
Kasat Reskrim Polres Anambas saat menemui pihak keluarga korban bully dan oknum guru. 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Polres Kepulauan Anambas turun tangan menindaklanjuti kasus yang tengah viral di masyarakat Kepulauan Anambas. Yakni pembulian seorang guru di SMKN 1 Anambas terhadap muridnya.

Kapolres Kepulauan Anambas AKBP Cakhyo Dipo Alam S.I.K memerintahkan Kasat Reskrim Iptu Julius untuk langsung mendatangi keluarga korban yakni AR dan guru agama SK pada Minggu lalu (19/1/2020).

"Kemarin kita sudah datangi keluarga korban dan guru tersebut di rumahnya, kita juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap SK guru agama, AR (korban bully), ibu korban RM, dan juga kita periksa pacar korban BA," kata Iptu Julius Silaen, SPd, MH saat ditemui di salah satu acara pada Senin (20/1/2020).





Lebih lanjut ia mengatakan pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kepala SMK N 1 Anambas, Air Asuk, Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas.

Dari pemeriksaan terhadap keempat orang tersebut, pihak keluarga meminta kasus ini tidak dibawa ke ranah hukum dan akan menyelesaikan secara kekeluargaan.

Sementara itu dari informasi yang Tribunbatam.id peroleh, oknum guru SK sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan Provinsi untuk ditindaklanjuti.

Ngaku Ucapkan Kata Tak Pantas, Begini Penjelasan Guru 

Kasus bullying yang diduga dilakukan seorang guru di sebuah sekolah di Anambas dan sempat jadi topik hangat di media sosial sampai kini belum mendapat titik terang.

Sebab, kedua belah pihak masih tetap membela diri masing-masing.

Pelaku pembulian yang diketahui identitasnya adalah seorang guru agama bernama SK yang mengajar di SMK N 1 Anambas, Air Asuk, Kepulauan Anambas saat ditemui media mengakui dia melakukan tindakan tersebut.




"Memang benar saya bilang kata yang kurang pantas itu, tapi tidak seperti yang diberitakan nampaknya sudah berlebihan sekali, sebab saya dengan orang tua dia (AR) itu masih kerabat dekat, ini hanya salah paham saja," kata SK kepada wartawan, Senin (20/1/2020).

Ketika TRIBUNBATAM.id menghubungi Kasi Perlindungan Anak Pemberdayaan Perempuan dan Pemenuhan Hak Khusus Anak Fenita, ia menjelaskan, bahwa kasus ini terjadi pada akhir tahun 2019 lalu, tepatnya sekitar bulan November.

"Orangtua nya juga sudah konseling, dan November pihak kita sudah ada yang turun, nah selanjutnya itu sudah kita serahkan kepada KPPAD Anambas, iya kejadiannya itu kan akhir tahun lalu lah," ujar Fenita melalui sambungan seluler, Senin (20/1/2020).

 Kena Bullying Guru, Siswi di Anambas Trauma hingga Tak Mau Sekolah, KPPAD Kepri Turun Tangan

Kemudian SK mengaku sempat kaget dengan pemberitaan yang beredar.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved