Limbah Minyak Hitam di Bintan, Plt Gubernur Kepri Isdianto Bakal Rapat dengan Pihak Swasta

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto akan rapat koordinasi dengan pihak swasta terkait adanya limbah minyak hitam yang mencemari Bintan.

Limbah Minyak Hitam di Bintan, Plt Gubernur Kepri Isdianto Bakal Rapat dengan Pihak Swasta
TRIBUNBATAM.ID/ENDRA KAPUTRA
Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepri Isdianto 
TRIBUNBATAM.id,BINTAN - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto akan mengadakan rapat koordinasi dengan pihak swasta terkait adanya limbah minyak hitam yang mencemari pantai di Kabupaten Bintan.
 
Keberadaan limbah lumpur minyak hitam (sludge oil) yang ditemukan di sejumlah lokasi di pesisir Kabupaten Bintan, sampai ke Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto. 
Menggunakan kapal feri Kepri 01, Isdianto bersama rombongan bergerak menuju Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban, Bintan.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto bersama pejabat terkait lainya mengecek limbah minyak hitam yang di kumpulkan di tempat penyimpanan sementara limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) Nirwana Gardens Resort Lagoi, Selasa (21/1/2020).
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto bersama pejabat terkait lainya mengecek limbah minyak hitam yang di kumpulkan di tempat penyimpanan sementara limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) Nirwana Gardens Resort Lagoi, Selasa (21/1/2020). (tribunbatam.id/istimewa)
Setelah sampai di pelabuhan, Isdianto bergegas menuju Nirwana Gardens untuk melihat limbah minyak hitam yang sudah  di kumpulkan ditempat penyimpanan sementara limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) Nirwana Gardens Resort Lagoi.
"Dengan adanya rapat kordinasi itu, diharapkan dapat membuat barier (oil bump) di garis pantai kawasan BBIR Lagoi untuk menghambat Limbah minyak hitam sampai di pantai," ujarnya, Selasa (21/1/2020). 
 
Group General Manager (GGM) PT BRC, Abdul Wahab menyebutkan, dengan adanya limbah minyak hitam yang mencemari sejumlah pantai di kawasan wisata lagoi menyebabkan berkurangnya peminat turis yang berlibur di Lagoi.
"Wisata yang berkunjung ke lagoi berkurang akibat limbah minyak hitam itu mencemari sejumlah pantai di kawasan lagoi," ucap Abdul Wahab, Selasa (21/1/2020).
Wahab menyampaikan, terdapat 299 drum berisi limbah yang dikumpulkan sejak November 2019 hingga Januari 2020 di sejumlah pantai di lagoi di area BBIR Lagoi. 
"Saya berharap pemerintah bisa segera mengatasi hal ini. Supaya pantai-pantai di lagoi tidak di cemari limbah minyak hitam lagi, dan wisatawan kembali ramai berkunjung ke lagoi,"tuturnya.
 

Jadi Atensi Pemerintah Pusat

Keberadaan limbah minyak hitam yang mencemari sejumlah pesisir Bintan, Provinsi Kepri menjadi Pemerintah pusat. 

Pemerintah bakal melakukan survei bawah laut dengan alat yang canggih di wilayah perairan perbatasan Kepri untuk mengetahui jelas kondisi limbah minyak hitam yang dibuang ke laut.

Peningkatan pengawasan dalam operasi laut juga menjadi komitmen Pemerintah Pusat. 

"Hasil rapat di Kemenko Maritim dan Investasi beberapa waktu lalu, pemerintah fokus memaksimalkan operasi laut di perbatasan Kepri untuk mencegah pencemaran limbah," ujar Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  Kabupaten Bintan, Asri, Selasa (21/1/2020).

Dalam pembahasan tersebut, pemerintah sepakat untuk menindaktegas pelaku pembuangan limbah di perairan perbatasan antara Indonesia, Singapura dan Malaysia.

"Kementerian Luar Negeri diharapkan untuk meningkatkan koordinasi bersama negara tetangga tersebut untuk mencegah aksi pembuangan limbah dan bagaimana teknik mengatasinya agar persoalan tersebut tidak terus menerus terjadi," terangnya.(tribunbatam.id/alfandisimamora)
 
Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Septyan Mulia Rohman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved