CPNS 2019

Perlukah Kartu Ujian Tes CPNS di Anambas Dilegalisir? Ini Penjelasan BKPSDM

Kepala BKPSDM Linda Maryati menyebutkan untuk di Anambas peserta CPNS tidak perlu melegalisir kartu ujian

Perlukah Kartu Ujian Tes CPNS di Anambas Dilegalisir? Ini Penjelasan BKPSDM
TRIBUNBATAM.ID/WAHYU INDRIANTO
Ilustrasi rekrutment CPNS 2019 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang akan mengikuti ujian seleksi kompetensi dasar (SKD) di Kepulauan Anambas bertanya-tanya apakah perlu kartu tes ujian peserta wajib dilegalisir?

Sebab beberapa daerah ada yang mewajibkan bagi peserta CPNS-nya untuk melegalisir kartu ujian seleksi.

Berdasarkan informasi dari infoasn.id, BKN menjelaskan peserta dapat mengetahui ketentuan tersebut pada pengumuman yang dikeluarkan instansi masing-masing.






Sebab dari BKN sendiri tidak mewajibkan peserta ujian seleksi untuk melegalisir kartu ujian tersebut.

Sebelumnya diberitakan, BKN menjadwalkan tes SKD akan berlangsung pada akhir Januar hingga Februari 2020.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Linda Maryati menyebutkan untuk di Anambas tidak ada kartu ujian yang dilegalisir.

Pemkab Karimun Rilis Jadwal SKD Seleksi CPNS 2019, Cek Link di Sini

Ujian CAT SKD CPNS Batam 2019 Digelar Mulai 27 Januari di UPT Kanreg XII BKN Batam

"Untuk di Anambas tidak ada legalisir kartu ujian," jelas Linda saat tribunbatam.id menghubungi melalui whatsapp pada Selasa (21/1/2020).

Lebih lanjut ia mengatakan peserta hanya perlu memenuhi aturan yang sudah disampaikan oleh BKPSDM sebelum mengikuti tes SKD.

"Nanti peserta bawa kartu yang sudah mereka print pada saat registrasi ujian SKD. Kita validasi dengan yang ada di sscn. Baru nanti ditandatangani panitia di lokasi ujian," pungkas Linda.

Ujian SKD CPNS 2019 di Anambas Digelar 25 Februari, Catat Aturannya Berikut Ini

Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) telah mengumumkan bahwa pelaksanaan seleksi komptensi dasar (SKD) akan dilaksanakan mulai 25 Februari sampai 28 Februari 2020.

Nantinya akan ada 1.756 peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang akan mengikuti seleksi tersebut.

Bagi peserta yang akan mengikuti seleksi komptensi dasar (SKD) harus mengetahui tata tertib sebelum melaksanakan SKD.

Adapun kewajiban peserta yang harus diperhatikan ketika mengikuti SKD sebagai berikut:

 Ujian CAT SKD CPNS Batam 2019 Digelar Mulai 27 Januari di UPT Kanreg XII BKN Batam

 

  1. Peserta wajib berpakaian rapi dan sopan dengan kemeja putih tanpa corak, celana/rok panjang hitam, sepatu hitam (kaos, celana jeans dan sandal tidak diperkenankan, dan bagi peserta yang menggunakan jilbab (jilbab hitam polos).
  2. Peserta wajib hadir dan melakukan registrasi di lokasi pelaksanaan SKD 60 menit sebelum SKD dimulai.
  3. Peserta wajib membawa KTP asli / surat keterangan perekaman kependudukan yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
  4. Peserta mengisi daftar hadir yang disiapkan panitia.
  5. Kartu peserta ujian CPNS 2019 dapat dicetak melalui portal https://sscn.bkn.go.id (login sesuai dengan NIK dan password akun masing-masing).
  6. Peserta harus sesuai dengan foto yang tertera pada kartu peserta ujian.
  7. Peserta duduk di tempat yang telah ditentukan.
  8. Peserta wajib mendengarkan pengarahan panitia sebelum pelaksanaan SKD.
  9. Peserta yang telah selesai dapat meninggalkan ruang seleksi dengan tertib.

Selain itu bagi peserta wajib mengetahui apa saja larangan yang tidak boleh dilakukan ketika mengikuti ujian SKD yaitu :

  1. Membawa buku-buku dan catatan lainnya, kalkulator, telepon genggam, hp, kamera dalam bentuk apapun, jam tangan, bolpoint, makanan dan minuman, senjata api/tajam, atau sejenisnya ke dalam ruang ujian.
  2. Bertanya / berbicara dengan sesama peserta ujian seleksi.
  3. Menerima/memberikan sesuatu dari/kepada peserta seleksi lain, tanpa seizin panitia selama pelaksanaan seleksi.
  4. Keluar ruangan, kecuali memperoleh izin dari panitia.
  5. Menggunakan komputer selain untuk aplikasi CAT.
  6. Merokok di dalam ruangan ujian seleksi.

Bagi peserta yang melanggar aturan tersebut akan diberikan sanksi yakni gugur dan dikeluarkan dari ruangan seleksi. Untuk peserta yang terlambat tidak diperkenankan mengikuti ujian seleksi. (TRIBUNBATAM.id/Rahma Tika)

Penulis: Rahma Tika
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved