Saldo e-Toll Tidak Cukup, Jasa Marga Tahan STNK Pengendara Mobil di Jawa Timur

STNK pemilik mobil yang ditahan dibenarkan Manager Operasi PT Jasa Marga Surabaya Mojokerto, Erfan Affandi, Sabtu (18/1/2020) sekira pukul 20.44 WIB.

Saldo e-Toll Tidak Cukup, Jasa Marga Tahan STNK Pengendara Mobil di Jawa Timur
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi e-Toll. PT Jasa Marga Surabaya Mojokerto menahan STNK sebuah minibus karena saldo yang dimiliki pengendara tidak cukup untuk membayar jasa tol. 

TRIBUNBATAM.id, MOJOKERTO - Gerbang Tol (GT) Warugunung arah Surabaya Jalan Tol Surabaya-Mojokerto menjadi perbincangan di lini masa. 

Itu setelah petugas Jasa Marga mengambil Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) pengemudi mobil lantaran saldo e-Toll-nya tidak cukup. 

Kejadian yang terjadi Sabtu (18/1/2020) sekira pukul 20.44 WIB itu dibenarkan Manager Operasi PT Jasa Marga Surabaya Mojokerto, Erfan Affandi.

Dilansir Kompas.com, Erfan menjelaskan, awalnya sebuah minibus berwarna abu-abu yang dikendarai  Andri Hermawan masuk ke gardu 8 GT Warugunung dengan saldo uang elektronik yang kurang.

Saat itu, petugas bernama Suheirman meminta yang bersangkutan untuk melakukan top up uang elektronik namun yang bersangkutan tidak mau dan meminjam uang elektronik kendaraan di belakangnya.

"Jalan Tol Surabaya-Mojokerto menerapkan sistem transaksi tertutup di mana pengguna jalan membayar tarif tol sesuai dengan jarak," ujar Erfan seperti dikutip Tribunews.com.

ia mengungkapkan, tarif tol akan dihitung berdasarkan data gerbang tol masuk (tap in) dan data gerbang tol keluar (tap out) sehingga transaksi wajib menggunakan satu uang elektronik yang sama.

"Dengan pengertian tersebut, maka peminjaman uang elektronik kepada mobil belakang tidak bisa dilakukan di jalan tol dengan sistem tertutup," katanya lagi.

Karena itulah, saat yang bersangkutan melakukan tapping, transaksi tetap berhasil, namun pengguna jalan yang di belakangnya (pemilik uang elektronik yang ditransaksikan oleh yang bersangkutan) tidak dapat melakukan transaksi kembali dengan uang elektronik yang sama. Dikarenakan tidak memiliki data gerbang tol masuk (tap in).

"Karena antrean di Gardu 8 saat itu cukup panjang, petugas mengarahkan yang bersangkutan ke pinggir jalan tol sembari meminta Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) untuk didata," ucapnya.

Halaman
12
Editor: Septyan Mulia Rohman
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved