BATAM TERKINI

Anggota DPRD Batam Minta Uji Forensik Tulisan, Perihal Beredar Surat Undangan dengan Pesan Mengancam

Thomas menilai, diperlukan uji forensik dari barang bukti yang ada agar permasalahan ini dapat diusut tuntas.

Anggota DPRD Batam Minta Uji Forensik Tulisan, Perihal Beredar Surat Undangan dengan Pesan Mengancam
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Surat undangan bernada ancaman yang beredar di masyarakat. Lurah Belian Batam Kamarul Azmi, membantah pihaknya membuat surat seperti itu. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Beredarnya surat undangan bernada ancaman terkait kegiatan safari Walikota dan Wakil Walikota Batam membuat warga heboh, Rabu (22/1/2020).

Pasalnya, surat undangan bernada ancaman itu ditujukan kepada perangkat RT, RW, serta tokoh masyarakat di Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam.

Bahkan terlihat pula tandatangan dari Lurah Belian, Kamarul Azmi, dalam gambar surat yang beredar disertai ancaman bagi yang berhalangan hadir akan dipersulit urusan administrasinya.








Polemik ini pun mendapat perhatian serius beberapa pihak. Salah satunya anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, Thomas Arihta Sembiring.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu sangat menyayangkan jika surat itu memang benar adanya.

Lurah Belian Batam Klarifikasi Beredarnya Surat Undangan Safari dengan Pesan Mengancam

Bolak Balik Masuk Bui Tapi Tak Jera, Ini Motif 2 Pemuda di Batam Jadi Pelaku Curanmor

"Jelas itu telah menabrak Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Ombudsman harus ambil sikap tegas dan harus memanggil aparatur yang mengeluarkan surat tersebut," ungkapnya kepada Tribun Batam saat dihubungi.

Dia pun menuturkan, seharusnya pihak terkait paham jika masyarakat tak dapat diintimidasi.

"Harus ada klarifikasi dari yang mengeluarkan surat agar dapat dipastikan kebenarannya," sambungnya.

Bahkan dia menambahkan, diperlukan uji forensik dari barang bukti yang ada agar permasalahan ini dapat diusut tuntas.

"Libatkan pihak kepolisian jika memang diperlukan. Karena bisa saja oknum memberikan alasan untuk membela diri," sesalnya.

Baginya, suatu ancaman adalah permulaan dari tindak pidana.

Halaman
12
Penulis: Ichwan Nur Fadillah
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved