Minggu, 10 Mei 2026

Bantah Pernyataan Menkumham Yasonna Laoly, Warga: Tanjung Priok Sekarang Modern, Aman dan Humanis

Warga membantah pernyataan Menkumham Yasonna Laoly yang menyebut Tanjung Priok daerah yang identik dengan kriminalitas dan kemiskinan.

Tayang:
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Koordinator aksi unjuk rasa Kemal Abubakar. Warga Tanjung Priok membantah pernyataan Menkumham Yasonna Laoly yang menyebut Tanjung Priok identik dengan kriminalitas dan kemiskinan. Mereka menggelar aksi unjuk rasa di depan Kemenkumham, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Warga Tanjung Priok, Jakarta Utara mendatangi kantor Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Republik Indonesia di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020). 

Mereka tidak terima dengan pernyataan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly yang menyebut Tanjung Priok daerah yang identik dengan kriminalitas dan kemiskinan. 

Koordinator aksi, Dimas dalam aksi tersebut membantah pernyataan yang disampaikan politisi PDIP itu ketika berada di  di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (16/1/2020) lalu.

Dilansir TribunJakarta.com, menurutnya, Tanjung Priok bukan sarang kriminal seperti yang dikatakan Menkumham Yasonna Laoly.

Menurutnya, Tanjung Priok sangat terbuka bagi para pendatang dari wilayah lain.

Ia pun menyayangkan pernyataan Yasonna yang menyebut Tanjung Priok sarat akan kriminal dan kemiskinan.

"Bayangkan kalau pernyataan Pak Yasonna dilihat pengusaha, orang yang mau melamar kerja di Priok, pasti mereka pikir-pikir," ujarnya.

Hingga pukul 12.45 WIB, massa yang diperkirakan berjumlah ratusan orang masih berunjuk rasa sambilmembentangkan spanduk dan poster.

Puluhan petugas kepolisian masih berjaga dengan membentuk barikade.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul: Massa Aksi Geruduk Kemenkumham: Tanjung Priok Sekarang Modern, Aman, dan Humanis

Beri Waktu 2x24 Jam untuk Minta Maaf

Kantor Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), digeruduk massa.

Ratusan orang yang mengaku warga Tanjung Priok, Jakarta Utara itu berunjuk rasa terkait ucapan Menkumham Yasonna Laoly.

Ratusan warga Tanjung Priok menuntut Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly meminta maaf secara terbuka.

Tuntutan itu merupakan buntut dari pernyataan Yasonna yang menyebut Tanjung Priok sebagai tempat kumuh dan sumber kriminal.

Setelah sekitar tiga jam berunjuk rasa, 15 orang perwakilan massa aksi diizinkan masuk ke Gedung Kemenkumham untuk berdialog.

Namun, Kemal menyebut tidak ada dialog dan pihaknya hanya menyampaikan tuntutan.

"Kami tidak berhasil bertemu (dengan Yasonna). Tidak ada dialog di dalam. Jadi kami beri target 2x24 jam untuk meminta maaf," ujarnya.

Pantauan TribunJakarta.com pukul 13.40 WIB, ratusan orang masih berunjuk rasa sambil membentangkan spanduk dan poster.

Sementara itu, puluhan petugas kepolisian masih berjaga dengan membentuk barikade.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul: Dalam 2X24 Jam, Massa Geruduk Kantor Yasonna Minta Menkumham Minta Maaf Labeli Negatif Tanjung Priok

Tetap demo meski diguyur hujan

Hujan deras tak menyulutkan keinginan mereka untuk terus berunjuk rasa.

"Tanjuk Priok, Tanjung Priok, Tanjung Priok," teriak massa aksi, Rabu (22/1/2020).

Seorang orator yang berdiri di atas mobil komando juga meminta peserta aksi untuk tidak berteduh.

"Anak Priok tidak takut air. Jangan ada yang berpencar kawan-kawan," ujar orator tersebut.

Unjuk rasa ini adalah buntut dari pernyataan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang dianggap menghina warga Tanjung Priok.

"Kami resah dengan statement Pak Yasonna bahwa ada tempat dengan angka kriminal tinggi, yaitu Priok," kata Dimas selaku Koordinator aksi.

Massa aksi pun meminta Yasonna mengklarifikasi pernyataan dan meminta maaf secara terbuka.

"Kalau stigma itu tidak dicabut, warga Priok akan sangat dirugikan," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul: Diguyur Hujan, Warga Tanjung Priok Jakarta Selatan Lanjutkan Unjuk Rasa di Depan Kemenkumham

Polisi siagakan aparatnya

Polda Metro Jaya mengerahkan 200 personel untuk mengamankan aksi unjuk rasa bertajuk ‘Aksi Damai 221 Priok Bersatu’ yang kabarnya akan dilakukan oleh warga Tanjung Priok pada Rabu (22/1/2020).

Aksi itu rencananya bakal berlangsung di depan Gedung Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Unjuk rasa ini diadakan buntut dari ucapan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yosanna Laoly yang menyebut daerah yang akrab dikenal sebagai kawasan pelabuhan itu sebagai lokasi yang rawan kriminalitas akibat kemiskinan.

Adapun rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi, kata Yusri, sifatnya situasional.

"Kami terapkan berdasarkan kebutuhan di lapangan," ungkapnya.

Sebelumnya, beredar poster berisi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yosanna Laoly akan didemo oleh warga Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Dalam poster yang beredar itu, aksi tersebut bertajuk Aksi Damai 221 Priok Bersatu, tidak jelas siapa atau dari kelompok mana mereka berasal.

Namun yang pasti poster tersebut menyerukan ajakan bagi seluruh warga Tanjung Priok yang merasa tersinggung dengan ucapan Yasonna untuk hadir di Kantor Kemenkumham, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (22/1/2020).(TribunJakarta.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sebut Tanjung Priok Miskin dan Kriminal, Yasonna Laoly Didesak Minta Maaf, https://www.tribunnews.com/metropolitan/2020/01/22/sebut-tanjung-priok-miskin-dan-kriminal-yasonna-laoly-didesak-minta-maaf?page=all.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved