BATAM TERKINI

Lurah Belian Batam Klarifikasi Beredarnya Surat Undangan Safari dengan Pesan Mengancam

Kabar viralnya surat undangan bernada ancaman ini, mendapat tanggapan dari Lurah Belian, Kamarul Azmi.Ia membantah pihaknya menambah pesan dalam surat

Lurah Belian Batam Klarifikasi Beredarnya Surat Undangan Safari dengan Pesan Mengancam
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Surat undangan bernada ancaman yang beredar di masyarakat. Lurah Belian Batam Kamarul Azmi membantah pihaknya membuat surat seperti itu. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Beredar surat undangan bernada ancaman terkait kegiatan safari Walikota dan Wakil Walikota Batam di Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Batam, Kepri. 

Ancaman itu ditujukan kepada masyarakat di Kelurahan Belian.

Pesan dengan nada ancaman itu ditulis tangan, namun masih dalam satu kertas yang sama dengan undangan yang diketik komputer.



Isi ancamannya, meminta agar hadir dalam kegiatan safari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam bersama RT/RW dan tokoh masyarakat Belian.

"Karena akan diabsen oleh RT/RW. Bagi yang tidak hadir tidak akan dilayani urusan administrasinya," begitu isi pesannya. 

Dalam surat yang beredar itu, terlihat pula tandatangan dari Lurah Belian, Kamarul Azmi.

Bolak Balik Masuk Bui Tapi Tak Jera, Ini Motif 2 Pemuda di Batam Jadi Pelaku Curanmor

Batik Air Buka Rute Shenzen, Petugas Bandara Hang Nadim Batam Siaga Satu Cegah Virus Corona Masuk

Kabar viralnya surat undangan bernada ancaman ini, mendapat tanggapan dari Lurah Belian, Kamarul Azmi.

Ia menegaskan, pihaknya merasa tak pernah menulis catatan perihal ancaman yang dihebohkan oleh masyarakat banyak itu.

"Itu undangan silaturahmi di Taman Raya. Pihak kami tak pernah menambahkan tulisan seperti yang ada (berita viral)," katanya membantah pesan ancaman di surat undangan itu, Rabu (22/1/2020).

Tak hanya itu, dia pun mengirimkan surat undangan versi aslinya tanpa tertulis ancaman yang berisikan 'bagi pihak yang tak datang akan dipersulit pengurusan administrasinya'.

Sementara itu, Kepala Ombudsman Kepri, Lagat Parroha pun menyebut pihaknya belum dapat menyimpulkan surat undangan itu ada unsur lain.

Kepada Tribun Batam, dia hanya mempertanyakan keabsahan dari surat yang menuai kecaman dari beberapa pihak itu.

"Pastikan dulu itu tulisan siapa? Jangan-jangan itu bukan tulisan lurahnya. Kecuali sudah terketik dalam surat itu," katanya.

Sebelumnya, polemik ini juga mendapat perhatian serius dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, Thomas Arihta Sembiring.

Halaman
12
Penulis: Ichwan Nur Fadillah
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved