ADVERTORIAL

Pelebaran Terhalang Tiang JPO, Rian Ernest: Prestasi Birokrasi Tak Dinilai Dari Pembangunan Jalan

Rian menilai, proyek pelebaran jalan R Suprapto Batam minim perencanaan karena ketika sudah selesai dikerjakan, bahkan masih ada tiang penyebrangan.

Pelebaran Terhalang Tiang JPO, Rian Ernest: Prestasi Birokrasi Tak Dinilai Dari Pembangunan Jalan
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Rian Ernest sebagai bakal calon Wali Kota Batam jalur independen 2020, saat melakukan blusukan ke Rumah Liar (Ruli) beberapa waktu lalu.  
 
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Proyek pelebaran jalan R Suprapto, tepatnya di depan Batamindo, Kelurahan Muka Kuning, Kecamatan Sei Beduk, Batam, yang terhalang tiang Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Batamindo mengundang berbagai spekulasi dari masyarakat Batam.

Begitu juga salah satu bakal calon Wali Kota Batam 2020 jalur independen, Rian Ernest.
Mantan Staf Ahli Hukum Gubenur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ini menyebutkan, bahwa proyek pelebaran jalan R Suprapto ini minim perencanaan karena ketika sudah selesai dikerjakan, bahkan masih ada tiang penyebrangan.
“Jadi ada perencanaan yang sangat buruk sehingga akhirnya percuma juga jalan tersebut seandainya pun sudah selesai dikerjakan hari ini. Kan tetap masih ada tiang yang menghalangi,” ungkap pria lulusan S1 Hukum Bisnis Universitas Indonesia ini.
Pria yang pernah berprofesi sebagai Pengacara Korporasi ini melanjutkan, bahwa permasalahan ini menunjukkan adanya miskoordinasi yang sangat buruk antara Pemko Batam dan Pemprov Kepri.
“Pelebaran jalan ini menunjukkan adanya miskoordinasi lintas sektoral di dalam Pemko Batam, bahwa Dinas ini bekerja sendiri-sendiri tidak saling koordinasi,” ungkapnya.
Rian juga menyebutkan bahwa prestasi sebuah birokrasi tidak bisa hanya dinilai dari pembangunan jalan.
“Luapan dari saya adalah bahwa prestasi sebuah birokrasi tidak bisa hanya dinilai dari pembangunan jalan.

Kalau hanya mengejar pembangunan jalan tapi tidak disertai dengan koordinasi yang baik atau pengelolaan Birokrasi yang baik, ya inilah hasilnya.

Adanya sebuah jembatan penyebrangan orang yang masih tegak berdiri padahal proyek sudah berjalan,” jelasnya.
“Kalau diberikan amanah, tanpa harus menunggu Dinas Provinsi mengeluarkan persetujuan saya akan bongkar tiang jembatan penyebrangan orang tersebut supaya lalu lintas akan baik lagi,” tutup Rian.
Hingga saat ini bakal calon Wali Kota Batam 2020 jalur independen yang berpasangan dengan Yusiani Gurusinga ini sudah berhasil mengumpulkan sebanyak 22.834 formulir KTP dukungan dari masyarakat Batam. 
Tersisa 25 hari lagi batas pengumpulan formulir dan KTP guna memenuhi syarat KPU sebanyak 48.816 KTP dukungan untuk maju menjadi Wali Kota Batam dalam Pilkada 2020. (adv)
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved