Jumat, 24 April 2026

Triawan Munaf Jabat Komisaris Utama Garuda, Tugas Awal Perbaiki Citra Perusahaan

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Garuda Indonesia Tbk menunjuk mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf sebagai Komisaris Utama.

Kolase TribunNewsmaker - Kompas.com
Triawan Munaf jadi Komisaris Utama Garuda Indonesia 

TRIBUNBATAM,id. JAKARTA - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Garuda Indonesia Tbk pada Rabu (22/1) menunjuk mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf sebagai Komisaris Utama dan mantan Direktur Utama (Dirut) PT INTI (Persero) Irfan Setiaputra sebagai Dirut.

Putri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid, Yenny Zarnubah Wahid juga didapuk menjadi komisaris independen. Triawan Munaf ditunjuk menggantikan Komisaris Utama sebelumnya Sahala Lumban Gaol. Sementara Irfan mengisisi posisi I Gusti Ari Askhara yang diberhentikan akibat kasus penyelundupan Harley Davidson.

"Hasil yang ditunggu-tunggu sudah ada. RUPSLB menunjuk Triawan Munaf sebagai Komut dan Irfan Setiaputra sebagai Dirut," kata Sahala saat konferensi pers di Tangerang, Banten.

Sahala mengatakan ada sedikit perubahan dalam susunan kepengurusan, yaitu hadirnya wakil komut yaitu Chairal Tanjung dan wakil dirut Dony Oskaria.

Menteri BUMN Erick Thohir saat ditemui beralasan memilih Yenny Wahid karena ia dianggap mumpuni. "Ibu Yenny Wahid figur perempuan yang sangat mumpuni, dan perwakilan publik yang dapat dipercaya," ujar Erick.

Erick juga menyebut Irfan adalah sosok yang mampu menahkodai perusahaan maskapai berpelat merah itu. Dia berharap Irfan bisa mengemban amanah udan mengelola Garuda Indonesia dengan tata kelola yang baik.

“Kami di Kementerian BUMN berupaya mencari figur terbaik yang akan duduk mengelola flight carrier kita, Garuda Indonesia," kata Erick.

Untuk penunjukkan Triawan Munaf, Erick meyakini mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif itu mempunyai pengalaman di bidang pemasaran dan pembangunan citra perusahaan. "Pak Triawan Munaf dengan semua pengalaman beliau tentu akan mampu memberikan masukan strategi pemasaran dan meningkatkan citra Garuda yang sempat terganggu," kata dia.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, adanya Yenny Wahid diharapkan dapat menyelesaikan masalah isu perempuan. Diketahui belakangan Garuda Indonesia diterpa isu miring mengenai pramugari yang diduga menjadi gundik bos maskapai nasional tersebut.

Arya tak merinci isu perempuan tersebut. Dia juga menepis pemilihan Yenny Wahid untuk mengurus kasus 'gundik' "Bukan masalah gundik," katanya.

Soal posisinya sebagai Komisaris Independen Garuda Indonesia, Yenny Wahid berjanji akan berpihak kepada publik. "Karena itu, prioritas saya tentunya untuk ikut mendorong terciptanya akuntabilitas dan transparansi publik," ucapnya.

Putri kedua Abdurrahman Wahid ini juga akan berkomitmen untuk memajukan perusahaan milik negara bersama-sama dengan seluruh keluarga besar perseroan. Lebih lanjut, Yenny masih akan mempelajari secara lengkap kondisi Garuda Indonesia.

Terpisah, Triawan Munaf mengaku akan mengajak pejabat lainnya untuk bertemu dan menentukan langkah ke depan. Dia menekankan pentingnya menjalankan tata kelola yang baik (Good Corporate Governance) untuk maskapai berplat merah itu.
"Itu nomor satu, good governance, tentang akhlak, tingkatkan moral, itu paling penting," kata Triawan.

Mantan Kepala Barekraf ini menjelaskan perseroan harus meningkatkan kreativitas dan inovasi agar memiliki daya saing yang baik. Salah satu langkah untuk mencapainya adalah dengan memperbaiki citra perusahaan yang diakuinya turun dalam beberapa bulan terakhir.

"Citra itu kan image, itu dari pekerjaan kita sehari-hari. Kalau kita memenuhi dasar pekerjaan kita dengan baik, sesuai harapan malah beyond harapan, Tentu citranya akan bisa kembali. Dengan memperbaiki citra tapi kita juga perbaiki kinerja," jelasnya.

Terkait penunjukkannya sebagai Komut Garuda Indonesia, Triawan mengaku telah berkomunikasi dengan Menteri BUMN Erick Thohir sejak Desember tahun lalu. Dia meminta kerja sama dari jajaran direksi dan dewan komisaris dalam memperbaiki kinerja Garuda Indonesia.

"Kita akan kerja sama dengan direksi dan komisaris, ada pak Irfan (Dirut Irfan Setiaputra), pak Chairal Tanjung, mbak Yenny Wahid, pak Dirkeu Fuad Rizal dan lainnya, jadi semangat ya untuk perbaiki," ucapnya. (*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved