TANJUNGPINANG TERKINI

Balai Karantina Tanjungpinang Musnahkan Hasil Tegahan, Ada yang Mengandung Babi dari China

Sebagian besar barang yang ditegah ini merupakan barang dilarang pemasukannya. Terutama produk mengandung babi dari China.

Balai Karantina Tanjungpinang Musnahkan Hasil Tegahan, Ada yang Mengandung Babi dari China
TRIBUNBATAM.ID/ENDRA KAPUTRA
Balai Karantina Tanjungpinang memusnahkan barang hasil tegahan. Diantaranya ada produk yang mengandung babi dari China 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Hampir setengah ton hasil tegahan Balai Karantina Pertanian Tanjungpinang dimusnahkan.

Pemusnahan pun dilakukan dengan cara dibakar di dalam sebuah bak sampah.

Kepala Balai Karantina Tanjungpinang, Donni Muksydayan mengatakan, hasil tegahan yang dimusnahkan terdiri dari olahan daging, benih, bunga potong, bibit tanaman, buah-buahan, sayuran serta beras dengan total mencapai setengah ton lebih.







"Rata-rata komoditi hasil tegahan merupakan barang yang berasal dari negara tetangga yaitu Tiongkok, Malaysia dan Singapura," katanya, Jumat (24/1/2020) usai pemusnahan hasil tegahan.

Disampaikannya, sebagian besar barang yang ditegah ini merupakan barang dilarang pemasukannya. Terutama produk mengandung babi dari China.

Balai Karantina Tanjungpinang memusnahkan barang hasil tegahan. Diantaranya ada produk yang mengandung babi dari China
Balai Karantina Tanjungpinang memusnahkan barang hasil tegahan. Diantaranya ada produk yang mengandung babi dari China (TRIBUNBATAM.ID/ENDRA KAPUTRA)

"Apalagi sedang merebaknya penyakit African Swine Fever (ASF) di negara tersebut," tegasnya.

Pengendara Mobil Sanggup Ganti Rugi, Korban Kecelakaan di Tanjungpinang Berdamai

Ditangkap Saat Main Domino, Anggota Satres Narkoba Polres Tanjungpinang Temukan 2 Paket Sabu-sabu

Ia menyebutkan, tindakan penegahan, dan pemusnahan ini penting dilakukan demi melindungi Indonesia dari penyebaran dan penyakit-penyakit yang bersumber dari hewan dan tumbuhan dari negara tetangga.

"Hal ini sebagai upaya menegakan aturan dan mengedukasi Warga Negara Asing (WNA) untuk tidak sembarangan membawa barang bawaan yang dilarang pemasukannya ke Indonesia serta memberikan informasi kepada masyarakat Indonesia yang dari luar negeri, untuk tetap patuh kepada aturan perkarantinaan," ujarnya.

Donni mengatakan, barang tegahan ini berasal dari barang bawaan penumpang, cargo kapal yang masuk ke wilayah Indonesia, khususnya Kepulauan Riau yang tidak melalui peraturan dan prosedur yang berlaku.

"Tindakan pemusnahan dilakukan karena pemasukannya tidak melalui prosedur, serta aturan yang berlaku," tegasnya kembali.

Hasil penegahan ini dilakukan selama libur Natal, dan Tahun Baru hingga menjelang Imlek 2020.

Pemusnahan ini pun dihadiri oleh beberapa instansi terkait. Diantaranya Bea dan Cukai, KPLP, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, Dinas Ketahanan Pangan, Polsek Bandara RHF, Aviation Security Bandara RHF, PT Angkasa Pura, dan perwakilan dari kawasan wisata Lagoi. 

(Tribunbatam.id/endrakaputra)

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved