JELANG KONSESI ATB BERAKHIR

Jelang Konsesi Berakhir, ATB: Kalau Bicara Bisnis, Hitung-Hitung Dulu, Jangan Hanya Ending

Maria minta BP Batam juga harus melihat investasi aset milik ATB selama ini jika benar-benar serius mengakhiri kerjasama.

Jelang Konsesi Berakhir, ATB: Kalau Bicara Bisnis, Hitung-Hitung Dulu, Jangan Hanya Ending
TRIBUNBATAM.ID/ICHWAN NUR FADILLAH
Head of Corporate Secretary ATB, Maria Y. Jacobus 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pernyataan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi perihal tak diperpanjangnya kontrak pengelolaan air bersih milik PT. Adhya Tirta Batam (ATB), Kamis (23/1/2020) lalu cukup mengejutkan.

Pasalnya, selama 25 tahun ATB telah dipercaya untuk menangani pengelolaan air di Kota Batam sejak tahun 1995.

Menyikapi ini, Head of Corporate Secretary ATB, Maria Y. Jacobus mengatakan dirinya tak ingin ambil pusing. Maria ingin BP Batam bersikap transparan sebelum peralihan dilakukan.








"Jangan sampai Batam ini dipertaruhkan. Talk with us, mari kita diskusi bersama perihal konsesi ini," tegasnya saat ditemui di Kantor ATB Sukajadi, Jumat (24/1/2020).

Menurutnya, BP Batam juga harus melihat investasi aset milik ATB selama ini jika benar-benar serius mengakhiri kerjasama.

BREAKING NEWS - BP Batam Tak Perpanjang Kontrak ATB Kelola Air, Pasca Konsesi Berakhir

BP Batam Siap Rekrut Karyawan ATB, Pasca Konsesi Air Berakhir dan Tak Diperpanjang

"Kalau bicara bisnis, hitung-hitung dulu dong. Koridor pengakhiran konsesi ini paling utama, jangan semua bicara ending saja," sesalnya.

Maria mengatakan, jika hak dan kewajiban antara BP Batam dan ATB tak dapat diselesaikan dalam waktu sebentar perihal konsesi ini.

"Ketika sebuah perjanjian akan diakhiri, sementara ada para pihak yang merasa tidak sesuai, apakah dapat diakhiri?," katanya seolah melempar tanya pada BP Batam.

Namun dia memastikan, hingga kontrak atau konsesi ini usai ATB akan tetap memberikan pelayanan terbaik bagi warga Batam.

Termasuk beberapa penguatan suplai di banyak daerah seperti Bengkong, Batu Aji, dan Tanjung Uncang.

"Perlu diketahui jika kami juga berkontribusi untuk mendukung pelebaran jalan di Batam. Berapa banyak pipa kami terkena imbasnya akibat pelebaran jalan?

Lalu tiba-tiba telpon masuk menyebut pipa bocor, dan meminta kami segera bersikap responsif. Apakah yang lain siap dengan hal ini?," pungkasnya. 

Halaman
1234
Penulis: Ichwan Nur Fadillah
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved