Breaking News:

6 ABG Lakukan Prostitusi Online, Urunan Bayar Sewa hingga Tentukan Tarif, Simak Fakta-fakta

Polisi mengamankan 6 orang anak baru gede ( ABG ) yang melakukan prostitusi online di sebuah Hotel melati.

Editor: Aminudin
Humas Polres Banjarbaru
Enam orang diamankan oleh Satuan Sabhara Polres Banjarbaru, yang dipimpin Aiptu Isman terkait kasus prostitusi online, berinisial, Rr, ST, DL, dan MY, juga dua laki-laki AB dan CD. Fakta 6 ABG Lakukan Prostitusi Online, dari Urunan Bayar Sewa, Berbagi Peran hingga Tarif 

TRIBUNBATAM.id - 6 ABG Lakukan Prostitusi Online, Urunan Bayar Sewa hingga Tentukan Tarif, Simak Fakta- fakta 

Polisi mengamankan 6 orang anak baru gede (  ABG ) yang melakukan prostitusi  online di sebuah Hotel melati.

Begini 6  fakta kasus prostitusi  online yang dilakukan keenam  ABG tersebut

 Keenam orang diamankan oleh Satuan Sabhara Polres Banjarbaru, yang dipimpin Aiptu Isman, berinisial, Rr, ST, DL, dan MY, juga dua laki-laki AB dan CD.

Paling tua baru berumur 22 tahun, parahnya dua orang di antaranya masih di bawah umur.

Keenam pelaku yang diduga melakukan prostitusi online tersebut, melakukan prakteknya di sebuah Hotel melati. 

 

Berikut ini fakta ABG yang diduga melakukan prostitus online :

1. Aplikasi Siharat

Praktik prostitusi  online di Kota Banjarbaru terungkap berawal dari laporan warga di Aplikasi Siharat.

Kapolres Banjarbaru AKBP Doni Hadi Santoso melalui Kasat Sabhara, AKP Supri menjelaskan petugas bergerak ke lokasi setelah adanya laporan dari Siharat.

Para ABG dalam jaringan bisnis prostitusi online ini semuanya dari luar daerah.
Para ABG dalam jaringan bisnis prostitusi online ini semuanya dari luar daerah. (Humas Polres Banjarbaru)

"Dugaan kasus prostitusi  online ini merupakan yang ketiga kalinya pada bulan Januari 2020 ini.

Dari laporan di Hotel Melati di Jalan Angkasa Landasan Ulin dicurigai ada praktik prostitusi  online.

Lalu petugas ke lokasi dan benar adanya laporan itu," kata Supri, Jumat (24/1/2020) pagi.

2. Kehabisan uang 

Dari hasil interogasi, para pelaku mengaku terpaksa berbisnis haram dengan membuka open booking di aplikasi  online di Banjarbaru karena kehabisan uang.

"Mereka mengaku usai berlibur di pantai di wilayah Kabupaten Tanahlaut, kehabisan uang lalu menjalankan praktik itu," ujarnya.

"Mereka menggunakan aplikasi sosial media seperti Mich** dan What**.

3. Ada yang putus sekolah

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved