Tidak Ada Singa di China, Tapi Mengapa Barongsai Selalu Ada Saat Imlek? Ternyata Begini Sejarahnya

Barongsai disebut juga tarian Singa. Lantas, mengapa selalu ada Barongsai saat Imlek?

(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)
Atraksi barongsai saat perayaan Cap Go Meh di Jalan Pancoran, Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat, Selasa (19/2/2019). Perayaan Cap Go Meh bertajuk Festival Pecinan ini berlangsung hingga Rabu (20/2/2019). 

#Tidak Ada Singa di China, Tapi Mengapa Barongsai Selalu Ada Saat Imlek? Ternyata Begini Sejarahnya

TRIBUNBATAM.id - Setiap perayaan Tahun  Baru Imlek, atraksi tari Singa atau Barongsai selalu dipertunjukan ke khalayak.

Atraksi yang khas budaya etnis Tionghoa ini  banyak disukai dan mampu menarik perhatian banyak orang.

Mengutip Kompas.com, barongsai sebetulnya tarian Singa.

Barongsai adalah tarian tradisional Tiongkok yang dipertunjukkan pada acara-acara besar seperti Festival Musim Semi.

Di Indonesia, Tarian Singa lebih populer dengan sebutan  Barongsai.

Sedangkan Festival Musim Semi disebut dengan perayaan Imlek untuk menyambut Tahun Baru Cina (Lunar New Year atau Chinese New Year).

Tahukah kamu mengapa selalu ada Barongsai saat Imlek?

Penampilan barongsai ikut meramaikan perayaan Imlek 2571/2020 di Kompleks Bumi Indah Nagoya, Jumat (24/1/2020)
Penampilan barongsai ikut meramaikan perayaan Imlek 2571/2020 di Kompleks Bumi Indah Nagoya, Jumat (24/1/2020) (TRIBUNBATAM.ID/ARDANA NASUTION)

Dilansir dari China Highlights, menurut kepercayaan tradisional Tiongkok, singa menandakan keberanian, kekuatan, kebijaksanaan dan keunggulan.

Barongsai dilakukan di festival-festival atau acara-acara besar dalam kebudayaan Cina untuk membawa keberuntungan dan mengusir roh-roh jahat.

Halaman
1234
Editor: Aminudin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved