Satu di Antara Tersangka Investasi Bodong MeMiles Anak Johny Indo, Minta Keringanan Hadiri Pemakamam

Johny Indo merupakan aktor kawakan yang tercatat pernah membintangi belasan film laga tanah air.

kolase tribunnews:youtube
Satu di Antara Tersangka Investasi Bodong MeMiles Anak Johny Indo, Minta Keringanan Hadiri Pemakaman 

Satu di Antara Tersangka Investasi Bodong MeMiles Anak Johny Indo, Minta Keringanan Hadiri Pemakaman

TRIBUNBATAM.id- Kabar mengejutkan kembali datang dari kasus investasi bodong MeMiles

Baru-baru ini terungkap bahwa satu di antara tersangka kasus MeMiles PT Kam and Kam, Martini Luisa alias Dokter Eka deketahui sebagai anak pertama dari Johny Indo.

Johny Indo merupakan aktor kawakan yang tercatat pernah membintangi belasan film laga tanah air.

Sebelum karir aktornya mentereng setelah membintangi 14 film laga dari medio 1987 hingga 1991, pria ceking yang khas dengan kumis hitamnya itu pernah terlibat kasus kriminalitas yang sensasional.

Johny pernah terlibat aksi perampokan toko emas seberat 129 kilogram di Cikini, Jakarta Pusat, 41 tahun lalu, di tahun 1979.

Kabarnya, aktor kawakan itu, meninggal dunia di Jakarta sekitar pukul 07.42 WIB, Minggu (26/1/2020).

Polisi Cecar Ari Sigit 39 Pertanyaan, Terungkap Cucu Soeharto Terima Aliran Dana dari Memiles

Pinkan Mambo Diperiksa 5 Jam Soal MeMiles, Si Syantik Siti Badriah Bakal Menyusul?

Seperti dikutip TribunJatim.com dari Kompas.com, kabar Johny Indo meninggal dunia disampaikan langsung cucunya, Santa.

Santa menuturkan, kakeknya sebelum menghembuskan nafas terakhir sempat menderita sakit.

"Dia sakitnya cuma hernia sama jatuh, abis operasi hernia itu kurang lebih sebulan. Karena anak-anaknya kerja, dia mungkin di rumah mau ambil apa-apa jatuh. Mulai dari situ enggak bisa bangun, sakit,” katanya.

Informasi yang dihimpun TribunJatim.com, proses pemakaman Johny Indo masih menunggu sejumlah anggota keluarga, salah satunya adalah Martini Luisa alias Dokter Eva yang tengah mendekam di balik jeruji Mapolda Jatim atas kasus investasi Memiles, sejak Jumat (10/1/2020) kemarin.

Kabarnya, pihak keluarga sedang mengupayakan Martini agar diberi keringanan hukuman, sebatas untuk bisa mengikuti prosesi pemakaman ayahnya kawasan di Jakarta Utara.

Halaman
1234
Editor: Anne Maria
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved