Breaking News:

POLEMIK LAHAN SERANGGONG

BREAKING NEWS, Warga Seranggong Demo di BP Batam, Minta Nasib Mereka Diperhatikan

Ratusan warga Seranggong Bengkong Sadai, Batam, Kepri kembali menggelar aksi damai di depan kantor Badan Pengusaha (BP) Batam, Selasa (28/1/2020) pagi

Penulis: | Editor: Agus Tri Harsanto
TRIBUN BATAM / LEO HALAWA
Suasana aksi damai yang digelar Ratusan warga Seranggon Bengkong Sadai, Batam, Kepri kembali menggelar aksi damai di depan kantor Badan Pengusaha (BP) Batam, Selasa (28/1) pagi. 

BATAM,TRIBUNBATAM.id - Ratusan warga Seranggong Bengkong Sadai, Batam, Kepri kembali menggelar aksi damai di depan kantor Badan Pengusaha (BP) Batam, Selasa (28/1/2020) pagi.

Dalam aksinya, meminta Kepala BP Batam HM Rudi untuk memperhatikan nasib mereka atas lahan yang saat ini sedang berpolemik.

Bahkan masuk ke persidangan baik pidana maupun perdata.

"Pemerintah harusnya pro kepada rakyat kecil. Jangan buat rakyat bapak terlontang-lantung hanya demi kepentingan pengusaha. Mohon kejelasan status lahan kami dan kampung kami," teriakan seorang orator melalui pembesar suara.

Menurut mereka, sekitar delapan hektare lahan itu sedang berpolemik.

Seperti diketahui, atas lahan itu sudah ada dua terdakwa yang saat ini masih bergulir di pengadilan negeri Batam. Yakni terdakwa Nasran bin Alex dan Arba Udin alis Udin Pelor.

Mereka didakwa Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Batam Pamalsuan surat-surat.

Sementara itu, pihak PT Arnada Pratama Mandiri dan PT Pesona Bumi Barelang mengaku sebagai pemilik lahan yang berada di samping Sekolah Mondial Batam itu.

Bukan tanpa alasan, lahan itu diperoleh secara legal dari BP Batam.

Bahan pihak perusahaan mengaku punya itikad baik untuk membayar kerugian masyarakat yang rumahnya ditertibkan. Yang notabenenya bisa saja mengelak karena memang bukan perusahaan yang terima duit. Melainkan dua terdakwa itu.

"Berdasarkan penetapan lokasi tahun 2012, dan tahun 2003 untuk PL PT Pesona Bumi Barelang. Bahwa ada yang mengaku-ngaku memiliki dan menjual ke pihak lain kami tidak mengakuinya. Karena jelas, klien kami memiliki lahan itu secara legal. Tantimin dan Amandri selaku kuasa hukum perusahaan itu mengatakan, lahan seluas 48 ribu meter persegi itu milik kliennya. ," kata Tantimin saat menggelar konpenresi pers di kantornya Selasa (14/1/2020) sebelumnya.(leo)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved