SBY Mulai Tak Tahan dengar 'Nyanyian' Jokowi soal Kasus Jiwasraya, Kok Isunya Dibelokkan?
Mantan Presiden SBY menyebut, dirinya terusik dengan pernyataan Jokowi soal menyalahkan pemerintahan terdahulu.
#SBY Mulai Tak Tahan dengar 'Nyanyian' Jokowi soal Kasus Jiwasraya, Kok Isunya Dibelokkan?
TRIBUNBATAM.id - Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan komentar soal permasalahan Jiwasraya.
Jokowi sempat menyatakan bahwa permasalahan Jiwasraya telah ada sejak lama.
Ketua Umum Partai Demokrat tersebut memberikan salinan panjang yang berjudul 'Penyelesaian Kasus Jiwasraya akan Selamatkan Negara dari Krisis yang Lebih Besar'.
Mulanya, SBY mengatakan saat pertama kali dengar kasus Jiwasraya, ia tak berikan komentar apapun.
"Pasang surut keadaan keuangan perusahaan, sehat-tidak sehat, boleh dikata lumrah," tulis SBY.
"Namun, ketika dalam perkembangannya saya ketahui angka kerugiannya mencapai 13 triliun rupiah lebih, saya mulai tertarik untuk mengikutinya. Ini cukup serius," tambahnya.
"Ketika Presiden Jokowi mengeluarkan pernyataan bahwa permasalahan Jiwasraya sudah terjadi sejak 10 tahun lalu, sayapun tak merasa terusik," tambah SBY.
Selain itu, SBY juga merasa tak memiliki permasalahan Jiwasraya di tahun 2006.
Di mana Kementerian BUMN menyatakan Jiwasraya mulai bermasalah di tahun tersebut.
"Di tahun 2006 dulu saya tak pernah dilapori bahwa terjadi krisis keuangan yang serius di PT. Jiwasraya," tulis SBY.
SBY pun tak terima saat kasus Jiwasraya saat ini masih dikaitkan dengan pemerintahannya.
"Kenapa isunya dibelokkan? Kenapa dengan cepat dan mudah menyalahkan pemerintahan saya lagi?" kata SBY.
Mantan presiden itu semakin risih untuk memberikan klarifikasi karena banyak yang mendesaknya.
Para staf dan anak buahnya tak terima jika Jiwasraya dikaitakan dengan SBY.