BATAM TERKINI

Tembok Pembatas Apartemen Pollux Habibie Batam Roboh, Ini Tanggapan Ahli Kontruksi Bangunan

Anugerah Putera Utama Hulu, ST mengatakan, sebuah rancang bangunan harus seimbang dengan kekuatan.

Tembok Pembatas Apartemen Pollux Habibie Batam Roboh, Ini Tanggapan Ahli Kontruksi Bangunan
TRIBUN BATAM /DOK PRIBADI
Anugerah Putera Utama Hulu, ST. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Tembok pembatas apartemen Meisterstadt Pollux Habibie Batam roboh, Rabu (29/1/2020). Diduga robohnya tembok pembatas ini, lantaran banjir akibat hujan yang melanda Batam sekitar satu jam.

Menurut sarjana ahli teknik sipil dan kontruksi di Kepri, Anugerah Putera Utama Hulu, ST mengatakan, sebuah rancang bangunan harus seimbang dengan kekuatan.

Tidak hanya itu, untuk meletakan sebuah bangunan harus melihat daya tahan tanah tempat bangunan dibangun. Jika tidak diperhatikan, maka berpotensi longsor.

"Dalam kapasitas, kami tidak mengomentari soal kejadian itu. Saya hanya bicara pada kontruksi suatu bangunan. Kegagalan struktur dimana perencana kurang matang. Terutama pada tembok penahan tanah tak mampu menahan gesekan. Sehingga jika ada tendangan air maka sangat memungkinkan untuk roboh," ujar Putra kepada Tribunbatam.id Kamis (30/1/2020) saat dimintai tanggapannya.






Ia menambahkan, perbandingan semen dan besi kerangka bangunan juga harus seimbang.

Selain itu, dalam suatu rancang bangunan, kedalaman tiang pancang harus seimbang dengan kekuatan semen. Sehingga jika ada gesekan gempa bumi dan bencana alam seperti banjir, tidak memungkinkan untuk roboh.

Bisa terjadi, hanya saja kemungkinan sangat minim.

"Terutama struktur bawah perencanaan tidak sebanding dengan beban yang dipikulnya serta karakteristik tanah/kondisi tanah mengalami geser tidak diperhitungkan. Sehingga, memudahkan roboh. Ini juga yang menjadi keprihatinan kita jika suatu rancang bangunan tidak memperhitungkan dampak 10,20,30,40,50, sampai 100 tahun ke depan. Seorang ahli atau sarjana teknik sipil harus paham soal itu," urai pria yang menamatkan pendidikan di salah satu universitas di Jogjakarta itu.

Tembok Pembatas Pollux Habibie Roboh, Warga Perumahan Citra Batam Mengungsi, Kenapa?

Tembok Pembatas Pollux Habibie Batam Roboh, Petugas Kerahkan Alat Berat

Meski begitu, Anugerah Putera Utama Hulu mengatakan, jika suatu konstruksi bangunan roboh pada waktu yang relatif singkat sejak dibangun, sebaiknya kontraktor diperiksa pejabat berwenang.

Sebab, jika ada lanjutan bangunan harus benar-benar diteliti kembali. Agar tak ada hal-hal yang dapat merugikan pihak lain ke depan. Apa lagi jika bangunan apartemen yang merupakan hajar hidup orang banyak.

"Ya harus diperiksa itu. Karena ini masalah pertanggungjawaban. Apa lagi umur suatu bangunan relatif singkat," katanya.

Sebelumnya diberitakan, tembok pembatas apartemen Meisterstadt Pollux Habibie Batam roboh, Rabu (29/1/2020). Belasan rumah menjadi korban. Bahkan, sebagian warga perumahan Citra Indah Blok D yang berdekatan dengan tembok yang roboh mengungsi ke tempat lain.

(TribunBatam.id/leo halawa)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved