Senin, 11 Mei 2026

Kemenkes Terbitkan Surat, Minta 100 Rumah Sakit Siapkan Ruang Isolasi eks Virus Flu Burung

Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan menerbitkan surat ke rumah sakit untuk mempersiapkan ruang isolasi yang digunakan saat virus flu burung.

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUNBATAM.id/BERESLUMBANTOBING
Ruang isolasi pasien di gedung instalasi rawat inap di lorong Anggrek, lantai 3 RSUD Embung Fatimah. Kemenkes menberbitkan surat untuk mempersiapkan kembali 100 rumah sakit yang memiliki ruang isolasi saat Flu Burung. Foto Ilustrasi. 

JAKARTA,TRIBUNBATAM.id - Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan menerbitkan surat kepada rumah sakit untuk mempersiapkan kembali ruang isolasi yang pernah digunakan menjadi rujukan virus flu burung.

Kepala subdirektorat Penyakit Infeksi Emerging Kementerian Kesehatan Hastuti Endang Budi Hastuti mengatakan, ada sekitar 100 rumah sakit yang pernah menjadi rujukan virus flu burung yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dikutip dari Tribunnews.com, Endang mengatakan surat tersebut telah diedarkan sejak awal Januari 2020 menyusul merebaknya virus Corona di Wuhan, China dan sejumlah negara.

"Jadi sudah ada surat edaran dari Dirjen Pelayanan Kesehatanan untuk RS yang waktu itu disiapkan untuk rujukan flu burung untuk menyiapkan lagi ruang isolasinya.

Waktu itu ada 100 Rumah Sakit rujukan tersebar di seluruh Indonesia," kata Endang di Graha BNPB Jakarta Timur pada Jumat (31/1/2020).

Menurutnya, Indonesia siap dalam mengantisipasi virus Corona menyusul pengemuman World Health Organization yang menyatakan virus Corona sebagai Public Health Intertnational Concern.

Berdasarkan data yang dipaparkannya, saat ini total kasus virus Corona yang terkonfirmasi terdapat 7.818 kasus.

Data itu juga menyebutkan sebanyak 7.736 kasus di antaranya terjadi di China yang menyebabkan 170 kematian di China.

Sedangkan untuk kasus penyebaran tercatata sebanyak 82 kasus dilaporkan dari 18 negara yakni Jepang, Korea Selatan, Vietnam, Singapura, Australia, Malaysia, Thailand, Nepal, Amerika Serikat, Kanada, Perancis, Kamboja, Srilanka, Jerman, Uni Emirat Arab, Finlandia, Filipina, dan India.

"Kami di Kemenkes sudah persiapkan ini, sudah banyak dapat informasinya. Kami sudah pers release dan talk show. Indonesia siap hadapi masuknya ini, dengan adanya pengumuman WHO, maka perlu ditingkatkan lagi ada penambahan personil untuk pantau," kata Endang.

Warga Batam Diisolasi di RSUD Embung Fatimah

Warga Negara Indonesia asal Batam, R (40) yang kini diisolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah saat ini mendapat penanganan khusus tim medis kesehatan.

Bukan tanpa alasan, pasien tersebut diduga terpapar virus corona yang dipulangkan dari tempat dia bekerja di salah satu kapal di Singapura.

Kabid dokkes Polda Kepri, Kombes Pol Muhammad Haris menyebutkan pasien yang saat ini menjalani isolasi di RSUD Embung Fatimah merupakan warga Batam yang bekerja di Singapura.

"Kemarin, Rabu 29/01 sekira pukul 12.30 WIB siang, pasien tersebut tiba di Batam melalui pelabuhan Batam Center dan langsung diberikan pengawasan oleh karantina hingga langsung dirujuk ke RSUD EF," ujar Haris saat menggelar konferensi pers di Aula RSUD Embung Fatimah, Kamis (30/1/2020).

"Dia (pasien) ini bekerja di kapal di Singapura, jadi waktu itu timbul gejala demam, batuk dan sesak dan demam dengan suhu tubuh yang tinggi dialaminya, sudah tiga hari namun tidak sembuh-sembuh. Atas hal itu bos nya pun menyuruh dia pulang ke Indonesia, ungkapnya.

Adanya seorang warga Batam yang dikabarkan sakit lalu dikirim ke Batam, bermula kami mendapat informasi dari suspect corona.

Namun apakah pasien itu positif terinfeksi virus corona, tim gabungan medis akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan mengambil sampel.

Jadi saat ini sampelnya sudah diambil dan tadi pagi sudah dibawa ke jakarta untuk diperiksa di laboratorium kementerian kesehatan, jadi kita tunggu saja mungkin dua atau tiga hari hasilnya akan keluar baru lah kita tau apakah pasien tersebut positif atau negatif corona.

Tenaga Medis Pakai Seragam Hazmat

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengungkapkan, hasil tes darah terhadap pasien yang diduga mengidap virus corona akan diketahui tiga hari ke depan.

"Hasilnya keluar Senin atau Selasa nanti," ungkapnya kepada TRIBUNBATAM.id, Kamis (30/1/2020).

Menurutnya, pasien pria asal Batam ini sempat dilarikan menuju ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebelum masuk ke ruang isolasi.

"Jadi di IGD itu juga ada ruang isolasinya. Penanganan sejauh ini tetap maksimal dilakukan, dan tenaga medis juga mengantisipasi betul penyebaran dengan menggunakan pelindung diri seperti masker dan baju pelindung berwarna kuning," sambungnya.

Baju itu kata Didi, berfungsi untuk mengantisipasi penyebaran dugaan virus berbahaya ini saat tenaga medis berinteraksi dengan pasien.

Baju lengkap ini biasa disebut Hazmat (Hazardous Material).

Didi pun mengakui, sejak kemarin malam, Rabu (29/1/2020), dirinya bersama beberapa dokter spesialis dan pihak kepolisian juga telah meninjau dugaan warga Batam positif virus berbahaya asal Wuhan, Tiongkok, ini.

Dia menjelaskan, keterlibatan pihak kepolisian untuk menjaga situasi dan kondisi keamanan jika nantinya pasien menolak agar tidak dimasukkan ke dalam ruang isolasi.

"Takutnya saat dimasukkan ke ruang isolasi pasien memberontak," katanya.(Tribunnews.com/Gita Irawan) (TribunBatam.id/Bereslumbantobing)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved