Polemik Penyidik KPK Kompol Rossa, Mantan Pimpinan KPK Bambang Widjojanto Duga Sengaja Disingkirkan

Mantan pimpinan KPK Bambang Widjojanto menduga, Kompol Rossa sengaja disingkirkan oleh Ketua KPK, Firli Bahuri.

Kompas.com
Bambang Widjojanto menjadi pembicara dalam peluncuran Anti-Corruption Film Festival (ACFFest) 2015 di Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail, Jakarta, Rabu (11/2/2015). Mantan pimpinan KPK ini bereaksi terkait polemik penyidik KPK, Kompol Rossa. 

JAKARTA,TRIBUNBATAM.id - Polemik penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kompol Rossa ditanggapi mantan pimpinan KPK, Bambang Widjojanto.

Dilansir Tribunnews.com, Bambang menilai Kompol Rossa sengaja disingkirkan oleh Ketua KPK Firli Bahuri. Rossa adalah penyidik KPK asal Polri.

"Rossa Purbo Bekti yang kerap dipanggil Rossa, disingkirkan Ketua KPK, bukan sekedar dipulangkan. Fakta ini punya indikasi dan potensial disebut sebagai skandal bukan sekedar urusan pemulangan seorang penyidik KPK," kata BW lewat keterangan resmi, Kamis (6/2/2020).

Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Yudi Purnomo sebelumnya mengatakan, Rossa tidak mengetahui alasan penarikannya ke Korps Bhayangkara. Keterangan WP KPK itu yang menjadi alasan BW jika pemulangan Rossa ke Polri diliputi skandal pimpinan.

"Dugaan skandal itu menjadi tak terbantahkan jika pernyataan Wadah Pegawai adalah benar, Rossa sengaja disingkirkan karena tidak pernah dijelaskan apa alasannya," kata BW.

Bambang mengatakan, Kompol Rossa tidak memiliki rekam negatif selama bekerja di KPK. Atas hal itu, ia kemudian menduga ada konflik kepentingan dalam pengembalian Rossa ke Polri.

"Rossa tidak pernah ada pelanggaran disiplin atau sanksi etik yang dilakukan dirinya. Ada isu konflik kepentingan disitu," ucap Bambang Widjojanto.

Pengembalian Kompol Rossa menurutnya, semakin menjadi pertanyaan setelah Polri menegaskan tidak mempunyai kepentingan dalam menarik Kompol Rossa dari KPK.

Kenyataannya, pimpinan KPK tetap memutuskan Kompol Rossa dikembalikan ke Polri meski masa tugasnya di KPK masih lama.

"Hal ini dapat diduga sebagai upaya sengaja untuk mengambinghitamkan pimpinan kepolisian atas kepentingan sepihak Ketua KPK saja dalam kisruh pemulangan penyidik KPK," katanya.

Halaman
1234
Editor: Septyan Mulia Rohman
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved