Terapkan ISO 26000, Ada yang Baru dari CSR ATB, Apa Saja?

Penerapan standar ISO 26000 ini sekaligus akan melahirkan sejumlah program CSR baru yang berorientasi menyasar generasi milenial.

Terapkan ISO 26000, Ada yang Baru dari CSR ATB, Apa Saja?
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA dokumentasi ATB
Presiden Direktur ATB Benny Andrianto saat menerima penghargaan Batam Madani dari Pemerintah Kota Batam. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi ATB untuk pembangunan kota Batam melalui program CSR. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id – PT. Adhya Tirta Batam (ATB) mulai menerapkan standar ISO 26000 dalam penerapan program Corporate Social Responsibilities (CSR). Penerapan itu sekaligus akan melahirkan sejumlah program CSR baru yang berorientasi menyasar generasi milenial.

“Program-program ini akan memberikan warna baru terhadap program CSR ATB yang sudah berjalan selama ini. Bukan hanya baru, tapi program-program ini juga inovatif,” ujar Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus.

ATB telah konsisten melakukan program CSR sejak tahun 2010 silam. Program yang dikemas dengan tajuk ATB Peduli ini menyasar semua lini. Mulai dari pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, sosial, dan olahraga.

Kelima pilar tersebut kemudian diimplementasikan melalui sejumlah program kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Didesain khusus, agar mampu memberikan nilai tambah bagi kota Batam.

Hasilnya, tak sedikit program CSR ATB yang dinantikan oleh masyarakat kota Baatm. Dua diantaranya bahkan telah dibukukan menjadi event tahunan kota Batam. Masuk dalam Calender of Event (CoE) pariwisata kota Batam tahun 2020. Yakni, ATB Futsal Competition dan ATB Festival Hijau.

Komitmen ATB untuk berkontribusi mendukung pembangunan Batam melalui program CSR juga mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kota Batam. Wali Kota Batam HM. Rudi mengganjar perusahaan dengan penghargaan Batam Madani atas sinergitas dengan Pemko Batam dalam program tanggung jawab sosial perusahaan untuk pembangunan Batam, serta Presiden Direktur ATB Benny Andrianto diberikan penghargaan kategori CSR Pendidikan dan Sosial.

“Selama ini CSR dipahami hanya sekadar donasi kepada masyarakat atau kegiatan sosial saja. Hanya program bagi-bagi. Tapi kami mendesainnya agar memberikan kontribusi nyata bagi Batam,” tutur Maria.

Tahun ini, ATB akan kembali meningkatkan kualitas program CSR nya, dengan mengadopsi standar ISO 26000. Dengan mengadopsi standar tersebut, maka konsep program CSR ATB akan jauh lebih matang dan semakin memberikan manfaat.

Dengan mengacu kepada ISO 26000, perusahaan dituntut untuk memperhatikan prinsip-prinsip akuntabilitas, transparansi, perilaku etis, menghormati kepentingan para stakeholders, menghormati supremasi hukum, menghormati norma-norma dan perilaku internasional dan menghormati hak asasi manusia.

Implementasi ISO 26000 semakin mempertegas, bahwa CSR tidak hanya menyangkut keberpihakan perusahaan terhadap pengembangan masyarakat, namun juga dengan mempertimbangan harapan pemilik perusahaan, karyawan perusahaan, pemerintahan, ketaatan terhadap regulasi dan juga kelestarian lingkungan.

Sehingga tak ada ceritanya lagi perusahaan yang mengklaim telah melaksanakan CSR dengan baik apabila operasionalnya masih menimbulkan dampak kerusakan lingkungan yang sangat parah, tidak ada keberpihakan terhadap masyarakat lokal dan banyaknya regulasi pemerintah yang tidak diindahkan. (*)

Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved