Fakultas Pendidikan Bahasa Inggris UIB Buat Seminar, Sejumlah Guru dari 4 Negara Jadi Pembicara

Sejumlah guru sekolah Internasional dari berbagai negara hadir dalam seminar yang digelar Fakultas Pendidikan Bahasa Inggris UIB.

Fakultas Pendidikan Bahasa Inggris UIB Buat Seminar, Sejumlah Guru dari 4 Negara Jadi Pembicara
TribunBatam.id/ArdanaNasution
Seminar Fakultas Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Internasional Batam (UIB) bertajuk 'Intercultural Communication and Education' yang diadakan di aula Kampus UIB, Jumat (7/2/2020). Seminar menghadirkan sejumlah guru dari beberapa negara menjadi pembicara. 

BATAM.TRIBUNBATAM.id - Sejumlah guru sekolah Internasional dari berbagai negara hadir dalam seminar yang digelar Fakultas Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Internasional Batam (UIB).

Seminar bertajuk 'Intercultural Communication and Education' itu menghadirkan guru asal Australia, Filipina, Meksiko dan Malaysia untuk menjadi pembicara sekaligus memberikan pengetahuan kepada mahasiswa soal semua aspek yang perlu diketahui menjadi pengajar di luar negeri.

Seminar ini dilakukan di aula Kampus UIB Sei Ladi, jalan Gajah Mada, Baloi Permai, Kecamatan Sekupang, Kota Batam Jumat (07/02/2020).

Ketua Panitia Andhika Bayu Bhasswara mengatakan, pihaknya sengaja menghadirkan guru dari sejumlah negara ini menjadi pembicara.

Ini penting karena peserta yang mengikuti seminar merupakan mahasiswa yang akan menjadi pengajar bahasa.

Seminar Fakultas Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Internasional Batam (UIB) bertajuk 'Intercultural Communication and Education' yang diadakan di aula Kampus UIB, Jumat (7/2/2020). Seminar menghadirkan sejumlah guru dari beberapa negara menjadi pembicara.
Seminar Fakultas Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Internasional Batam (UIB) bertajuk 'Intercultural Communication and Education' yang diadakan di aula Kampus UIB, Jumat (7/2/2020). Seminar menghadirkan sejumlah guru dari beberapa negara menjadi pembicara. (TribunBatam.id/ArdanaNasution)

Menjadi guru bahasa baik di luar negeri atau mengajarkan mahasiswa luar negeri yang datang belajar ke Indonesia harus memiliki pengetahuan tentang budaya dan trik mengajar lintas kultur (culture cross).

"Jadi ketika mereka (peserta) menjadi guru bagi orang asing, di sini lah mereka mendapatkan tips dan trik langsung dari orang-orang yang sudah berpengalaman menjadi guru bagi orang asing," kata Andhika.

Seorang pembicara, Anna Kathrina asal dari Australia, sekarang menjadi guru Australian Independent School (AIS) di Indonesia.

"Menjadi guru terkadang bukan hanya menjadi guru mata pelajaran. Murid akan membawakan semua permasalahan di dunia kepada anda, anda bisa menjadi guru sciens, bisa menjadi seniman, bisa menjadi konsultan kepribadian, bisa menjadi ensiklopedi berjalan, anda bisa menjadi komedian anda bisa menjadi semuanya," kata Anna.

Dia kemudian memberikan beberapa tips bagi calon pengajar.

"Untukmu agar bisa mendapatkan perhatian murid, kamu harus menurunkan levelmu, jadi teman mereka. Kamu harus mengenali muridmu, jadi temannya. Kamu juga tak bisa melabel seorang murid dengan hanya satu kesalahan yang mereka buat," ucap Anna.

Seorang peserta seminar itu, Dea Punjung Sari mengapresiasi seminar ini. Mahasiswi pendidikan Bahasa Inggris UIB ini memang membutuhkan tips untuk bisa menghadapi perbedaan kultur dan bahasa.

"Mereka ini kan memang guru-guru yang langsung mengajar orang asing. Jadi kami bisa mengambil pelajaran bagaimana kalau saat mengajar nantinya, terutama kepada orang asing. Bagaimana kami mengajar di luar negeri, nah kita bisa belajar dari mereka," ucapnya.(Advertorial)

Penulis: Ardana Nasution
Editor: Septyan Mulia Rohman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved