Kisah Prabowo Subianto saat di Akmil 1970, 'Kalau di Lapangan Satu Orang Merayap, ya Itulah Saya'
Kisah Prabowo Subianto saat di Akmil 1970, 'Kalau di Lapangan Satu Orang Merayap, ya Itulah Saya'
#Kisah Prabowo Subianto saat di Akmil 1970, 'Kalau di Lapangan Satu Orang Merayap, ya Itulah Saya'
TRIBUNBATAM.id - Prabowo Subianto mengungkap hal mengejutkan saat bertemu Megawati Soekarno Putri.
Prabowo menceritakan kalau dirinya dulu bandel dan nakal.
Megawati Soekarnoputri pun lantas berkelakar tentang kenakalan Prabowo Subianto saat masih menjadi taruna di Akademi Militer TNI.
Ketua Umum PDIP, sambil bersenda gurau, memaparkan hal-hal saat Menteri Pertahanan itu saat muda.
Dilansir dari KompasTV, ungkapan tersebut disampaikan Megawati saat memberi kuliah umum di hadapan ratusan taruna dan taruni di Akademi Militer di Magelang.
Setelah itu, dengan nada bergurau, Megawati lalu juga menceritakan komentar Ketua DPR RI sekaligus putri kandungnya, Puan Maharani.
"Bu Puan lalu bilang: Iya tapi kan hadiahnya jadi Menhan. Artinya kalau nakal sebaiknya nakal. Jadi kalau guru mau nempeleng, kasih saja pipinya," kata Megawati sambil tertawa.
Seperti diketahui, Presiden kelima Indonesia tersebut hadir di Akmil Magelang, Jawa Tengah, untuk meresmikan patung Sukarno.
Dalam kuliah umumnya, Megawati juga menyinggung soal tantangan yang dihadapi para generasi muda untuk membela keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Sekarang ini kalau masuk ke lapangan akan makin sulit. Dan di situlah pertarungan jiwa kita untuk bertahan. Dedikasi, keyakinan bahwa mau membela negara," kata Megawati.
Tampak dalam acara tersebut hadir sejumlah tokoh, antara lain Kepala BIN Budi Gunawan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal (TNI) Andika Perkasa.
Kisah Prabowo Subianto saat muda
Melansir wikipedia, Prabowo Subianto lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1951.
Ia anak ketiga dan putra pertama dari bapaknya Soemitro Djojohadikusumo yang berasal dari Kebumen, Jawa Tengah. Ibunya Dora Marie Sigar, yang lebih dikenal sebagai Dora Soemitro, berdarah Minahasa, yang berasal dari keluarga Maengkom di Langowan, Sulawesi Utara.
Perlu diketahui, ayah Prabowo Subianto merupakan seorang pakar ekonomi dan politisi Partai Sosialis Indonesia yang pada saat itu baru saja selesai menjabat sebagai Menteri Perindustrian di Kabinet Natsir; pada April 1952, tak lama setelah kelahiran Prabowo, Soemitro diangkat kembali sebagai Menteri Keuangan pada Kabinet Wilopo.