Breaking News:

Suara Anak Kecil & Bau Busuk Jadi Petunjuk Gaib di Balik Penemuan Mayat Siswa SD di Banjarnegara

Kematian Ma'ruf mencuri perhatian banyak pihak. Apalagi ternyata, untuk menemukan keberadaan korban tidaklah gampang.

Editor: Anne Maria
KOMPAS.COM/DOK POLSEK SIGALUH
Suara Anak Kecil & Bau Busuk Jadi Petunjuk Gaib di Balik Penemuan Mayat Siswa SD di Banjarnegara 

Yang pasti, keadaan itu membuat mereka ciut nyali.

Ditambah ada bau yang mulai menyebar. Kelompok itu pun akhirnya bubar.

"Takut terus pada pulang,"katanya.

Pemakaman anak yang ditemukan meninggal di kebun warga desa Prigi Sigaluh (Tribunjateng.com/Khoirul Muzaki)
Pemakaman anak yang ditemukan meninggal di kebun warga desa Prigi Sigaluh (Tribunjateng.com/Khoirul Muzaki) ()

Fenomena janggal itu ternyata tak membuat tim lain urung melanjutkan pencarian.

Nijo justru menilai ada petunjuk di balik kejadian itu.

Ihwal suara gaib boleh saja diabaikan.

Tetapi bau yang tercium bisa jadi petanda, ada tubuh yang membusuk di sana.

Karenanya, Nijo bersama timnya memutuskan melanjutkan pencarian meski telah malam.

Langkah mereka langsung menuju kebun keluarga KR, tempat kejadian janggal itu bermula.

Tetapi kali ini mereka berbekal gaman (senjata).

Senjata itu akan dipakai untuk mengorek tanah, atau menyingkirkan sampah yang dicurigai muasal bau.

Ketika ada tanah lembek terinjak, di sana mereka menggali.

Barangkali, ada sesuatu di balik tanah itu.

Pun ketika ada sampah berserak, mereka menyingkirkannya. Siapa tahu, ada yang tertutupi di sana.

Hingga sekitar sejam mencari, saat letih dan mulai frustasi, Giyo, seorang anggota tim menemukan sepasang sandal yang tertutup rerumputan.

Ia spontan mengangkat sandal itu, namun seketika ditegur teman-temannya yang lain.

Sentuhan tangannya dikhawatirkan meninggalkan sidik jari.

Pria itu pun ketakutan, hingga melepas sandal itu kembali.

Lalu meminta teman-temannya jadi saksi, jika dia nanti dicecar polisi.

"Benar-benar takut itu, terus dilepas lagi sandalnya,"katanya

Temuan sepasang sandal itu semakin menguatkan kecurigaan mereka terkait jejak korban di lokasi itu.

Hingga beberapa saat kemudian, mereka menemukan sesuatu mencurigakan.

Di antara deretan tanaman singkong di pematang, ada satu tanaman yang tercerabut hingga lahan itu terlihat bersela.

Di situ ada timbunan sampah dan dedaunan kering.

Tidak jauh darinya ada sarang lebah madu yang dipelihara KR.

Limbah kulit durian dan beberapa butir biji ditemukan berserak di tempat itu.

Mereka menyingkap timbunan sampah itu, hingga terlihat lengan korban.

Saat itu, mereka berani memastikannya adalah sesosok mayat.

Tetapi tim itu tak berani mengangkat korban.

Mereka sangat hati-hati karena siapa tahu itu hasil tindak kriminal.

Warga hanya menjaga tempat keberadaan korban, sembari menunggu polisi datang.

"Cuma ditungguin, gak berani ngangkat. Polisi datang setengah jam kemudian,"katanya

Nijo pun heran, korban ditemukan di tempat itu.

Padahal lahan sudah lebih dari sepuluh kali dijamah tim saat pencarian mulai hari pertama.

Bahkan, ada anggota tim yang mengaku sempat duduk rehat di sisi tempat korban ditemukan semasa pencarian.

Jika saja tidak ada petunjuk dari bau busuk, bisa jadi jasad korban belum ditemukan.

Setengah jam kemudian, polisi datang untuk mengevakuasi korban.

Nijo pun mengaku sempat mengirim gambar penemuan korban ke KR yang pergi dari rumah usai kejadian.

Tetapi saat itu ia tak memasang curiga.

Ia justru meminta KR pulang untuk menepis kecurigaan warga.

Sebab penemuan itu berada di kebun keluarganya.

Dia pula yang diketahui terakhir sempat bertemu korban.

KR akhirnya pulang, beberapa jam sebelum jenazah datang dari RSUD Margono Purwokerto.

Ia pun ikut mendekat bersama warga lain, saat jenazah tiba di rumah duka.

"Dia takutnya dituduh karena korban ditemukan di kebunnya. Saya juga gak curiga saat itu, "katanya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunbanyumas.com dengan judul Kisah di Balik Penemuan Korban Pembunuhan di Sigaluh: Saat Tim Putus Asa, Terdengar Suara Memanggil

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved