Pengusaha Batam Kock Meng, Penyuap Gubernur Kepri (non aktif) Nurdin Basirun Divonis 1,5 Tahun

Pengusaha Batam bernama Kock Meng divonis 18 bulan atau 1 tahun 6 bulan penjara dalam perkara suap terhadap Gubernur Kepri (nonaktif) Nurdin Basirun.

(KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMAN)
Pengusaha bernama Kock Meng divonis 1 tahun 6 bulan penjara serta denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan oleh majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (10/2/2020). 

TRIBUNBATAM.id - Pengusaha Batam bernama Kock Meng divonis 18 bulan atau 1 tahun 6 bulan penjara dalam perkara suap terhadap Gubernur Kepri (nonaktif) Nurdin Basirun.

Selain hukuman penjara, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (10/2/2020), juga menjatuhkan vonis denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan kepada Kock Meng.

Vonis ini lebih rendah dari tuntutan jaksa KPK, yakni 2 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan.

Kock Meng merupakan terdakwa kasus dugaan suap terkait izin pemanfaatan ruang laut di wilayah Kepulauan Riau ( Kepri).

"Mengadili, satu, menyatakan terdakwa Kock Meng terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi," kata Ketua Majelis Hakim Iim Nurohim saat membacakan amar putusan.

Menurut hakim, hal yang memberatkan Kock Meng adalah perbuatannya tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

Sementara itu, hal yang meringankan, Kock Meng berlaku sopan di persidangan, belum pernah dihukum, menyesali perbuatannya dan memiliki tanggungan keluarga.

Dalam perkara ini, hakim menilai Kock Meng terbukti menyuap mantan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun sebesar Rp 45 juta dan 11.000 dollar Singapura.

Menurut majelis, suap itu diberikan melalui Edy Sofyan selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepulauan Riau dan Budy Hartono selaku Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Kepulauan Riau.

Suap itu diberikan pengusaha Kock Meng bersama-sama temannya, Johanes Kodrat dan Abu Bakar.

Pemberian tersebut dimaksudkan agar Nurdin selaku Gubernur Kepulauan Riau menandatangani Surat Izin Pemanfaatan Ruang Laut Nomor: 120/0796/DKP/SET tanggal 07 Mei 2019 atas nama Kock Meng seluas 6,2 hektar.

Kemudian, menandatangani Surat Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang Laut Nomor: 120/0945/DKP/SET tanggal 31 Mei 2019 atas nama pemohon Abu Bakar seluas 10,2 hektar.

Selain itu, menyetujui rencana memasukkan kedua izin tersebut ke dalam daftar Rencana Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Kepulauan Riau.

Atas perbuatannya, hakim menilai Kock Meng melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penyuap Eks Gubernur Kepri Divonis 1,5 Tahun Penjara"

Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved