POLEMIK PMK 199

Pengiriman Barang dari Batam Lambat, Kepala BC Batam Temukan Ini Cek Penerapan PMK 199

Kepala Kantor Bea Cukai Batam Susila Brata temukan banyak pengirim barang yang memberitahukan (declare) jumlah barang, jenis barang dan harga barang

Pengiriman Barang dari Batam Lambat, Kepala BC Batam Temukan Ini Cek Penerapan PMK 199
instagram/bcbatam
Kepala Kantor Bea Cukai Batam Susila Brata beserta jajarannya melakukan kunjungan kerja ke beberapa TPS (Tempat Penimbunan Sementara) pada hari Selasa kemarin (11/02/2020). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Penerapan PMK 199/2019 dianggap memukul pedagang online di Batam.

Postingan aku instagram bcbatam langsung dibanjiri keluhan mengenai susahnya pengiriman barang.

Dalam postingan itu menyebutkan Kepala Kantor Bea Cukai Batam Susila Brata beserta jajarannya melakukan kunjungan kerja ke beberapa TPS (Tempat Penimbunan Sementara) pada hari Selasa kemarin (11/02/2020).

Susila Brata mengecek penerapan aturan barang kiriman terbaru yang terjadi di lapangan sekaligus menindaklanjuti laporan dari masyarakat terkait lamanya proses pengiriman barang dari Batam.

Hasil dari kunjungan tersebut didapati masih banyak pengirim barang yang memberitahukan (declare) jumlah barang, jenis barang dan harga barang yang tidak sesuai (under value).

Implementasi PMK Nomor 199, Kepala Kantor Bea Cukai Batam beserta jajarannya melakukan kunjungan kerja ke beberapa TPS (Tempat Penimbunan Sementara) pada hari Selasa kemarin (11/02). instagram/bcbatam

" Hal inilah yang menyebabkan tidak lancarnya arus barang kiriman. Namun dalam hal ini, petugas beacukai terus mengutamakan kecepatan layanan dan harapannya kepada seluruh masyarakat agar dapat bekerja sama untuk memberitahukan barangnya dengan benar dan sesuai demi kelancaran pelayanan barang kiriman," tulisnya.

Postingan ini langsung banjir keluhan.

Warganet menyesalkan lambatnya pengiriman dari Batam.

Di sisi lain,  pemberlakuan PMK 199 menciptakan banyak polemik.

Salah satunya adalah pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan online shop yang hampir gulung tikar karena tak mampu bersaing harga akibat pemberlakuan ini.

Halaman
123
Editor: Agus Tri Harsanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved