BATAM TERKINI

TAK Mampu Bersaing Usai Pemberlakuan PMK 199, Online Shop di Batam Ini PHK 28 Karyawan

Para pedagang online di Batam mulai mengurangi jumlah karyawan sebagai imbas pemberlakuan PMK 199/2019 yang memberlakukan pajak barang senilai 3 USD

TAK Mampu Bersaing Usai Pemberlakuan PMK 199, Online Shop di Batam Ini PHK 28 Karyawan
TRIBUNBATAM.id/ARDANA NASUTION
Yudi Zulfian (27), salah satu karyawan yang harus di-PHK oleh online shop di Batam, karena dampak PMK 199. 

TAK Mampu Bersaing Usai Pemberlakuan PMK 199, Online Shop di Batam Ini PHK 28 Karyawan

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pemberlakuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 199 menciptakan banyak polemik.

Salah satunya adalah pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan online shop yang hampir gulung tikar karena tak mampu bersaing harga akibat pemberlakuan ini.

Seperti Yudi Zulfian (27), yang tadinya bekerja di online shop Anemone.

Online shop yang menjual barang tas dan sepatu ini, harus melakukan penyesuaian.

Ini dikarenakan pendapatan online shop ini tak lagi sama setelah PMK 199 diberlakukan.

Pembebanan pajak saat pengiriman terhadap barang seharga minimal 3 USD tersebut praktis memukul usaha online shop ini.

Harga barang di Anemoni sendiri berkisar antara Rp 50 ribu sampai Rp 150 ribu.

Sejak PMK 199/2019 Berlaku, Pedagang Online di Batam Kalang Kabut, Stop Kirim Barang ke Luar

Jika tadinya pajak yang dikenakan hanya terhadap barang yang berharga di atas 75 USD, tentu tak berpengaruh pada online shop ini.

Setelah pemberlakuan PMK 199, online shop tempat Yudi bekerja pun harus menambahkan biaya pajak di dalam harga jual.

Halaman
123
Penulis: Ardana Nasution
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved