VIRUS CORONA
UPDATE, Korban Tewas Akibat Virus Corona 1.115 Orang, 45.168 Orang Terinfeksi, 47 di Singapura
Selain 1.115 korban meninggal, otoritas Hubei juga merinci ada 1.638 kasus infeksi baru sejak wabah virus corona merebak pada Desember 2019
TRIBUNBATAM.id, WUHAN - Jumlah korban meninggal akibat virus corona, yang mendapat nama resmi Covid-19, di China dilaporkan telah mencapai 1.115 orang.
Jumlah itu didapat setelah otoritas di Hubei, provinsi yang menjadi asal penyebaran wabah, melaporkan adanya 94 kasus kematian baru dalam 24 jam terakhir.
Selain 1.110 korban meninggal, otoritas Hubei juga merinci ada 1.638 kasus infeksi baru sejak wabah virus corona merebak pada Desember 2019.
• WHO Ganti Nama Virus Corona Jadi Covid-19, Alasannya: Untuk Menghindari Stigmatisasi
• Witan Sulaiman Gabung Klub Liga Serbia FK Radnik Surdulica, Begini Reaksi Media di Serbia
• Persija Menang Telak 4-1, Sergio Farias Sorot Kebobolan 1 Gol, Andritany: Persija Makin Percaya Diri
Kini, terdapat lebih dari 44.200 kasus penularan baru di seluruh China, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat.
Virus itu diyakini berasal dari Pasar Seafood Huanan yang berlokasi di ibu kota Hubei, Wuhan, di mana diperdagangkan hewan liar.
Berikut update korban terinfeksi virus, korban tewas dan korban sembuh dari virus corona sebagaimana di kutip dari SCMP:
Dalam konferensi pers Selasa (11/2/2020), Tedros juga mengungkapkan meski 99 persen kasus itu terjadi China, virus itu "memberi duka bagi seluruh dunia".
Pejabat asal Eritrea itu pun meminta seluruh negara untuk membagikan data yang mereka miliki dalam upaya memerangi virus tersebut.
Dampak dari korban meninggal yang mencapai lebih dari 1.000 orang, Beijing dilaporkan mencopot dua petinggi Partai Komunis di Hubei.
• Persija Menang Telak 4-1, Sergio Farias Sorot Kebobolan 1 Gol, Andritany: Persija Makin Percaya Diri
• Hasil dan Klasemen Grup G Piala AFC 2020 Setelah Bali United Menang, Ceres Negros Pimpin Klasemen
• Hasil dan Klasemen Grup B Piala Gubernur Jatim 2020 Setelah Persija dan Arema FC Menang
WHO ganti nama virus
Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) pada Selasa (11/2/2020) mengumumkan bahwa " Covid-19" menjadi nama resmi baru untuk coronavirus yang pertama kali diidentifikasi di China pada 31 Desember 2019.
Pengumuman itu diungkapkan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada wartawan di Jenewa, Swiss.
"Kami sekarang memiliki nama untuk penyakit ini, yaitu Covid-19," kata Tedros, seperti dikutip dari kompas.com, Senin (11/2/2020).
Ia memberikan penjelasan tentang asal-usul nama tersebut, yaitu bahwa "co" berarti "corona", "vi" untuk "virus", dan "d" untuk "disease (penyakit)".
Alasan penamaan Tedros mengatakan, nama itu telah dipilih untuk menghindari referensi ke lokasi geografis tertentu, spesies hewan, atau sekelompok orang sesuai dengan rekomendasi internasional untuk penamaan dan menghindari stigmatisasi.
• Witan Sulaiman Gabung Klub Liga Serbia FK Radnik Surdulica, Begini Reaksi Media di Serbia
• Persija Menang Telak 4-1, Sergio Farias Sorot Kebobolan 1 Gol, Andritany: Persija Makin Percaya Diri
• Hasil dan Klasemen Grup G Piala AFC 2020 Setelah Bali United Menang, Ceres Negros Pimpin Klasemen
WHO sebelumnya memberi virus nama sementara "penyakit pernapasan akut 2019-nCoV" dan Komisi Kesehatan Nasional China Minggu ini mengatakan bahwa sementara waktu menyebutnya "novel coronavirus pneumonia" atau NCP.
Berbicara pada hari pertama konferensi ilmiah internasional di Jenewa yang akan melihat kemungkinan opsi vaksin untuk memerangi virus, Tedros juga mengatakan, dia melihat "peluang realistis" untuk menghentikan wabah.
"Kami bukannya tidak berdaya," ujar Tedros.
• Hasil dan Klasemen Grup B Piala Gubernur Jatim 2020 Setelah Persija dan Arema FC Menang
• Persib Bandung Menang 2-1 vs Barito Putera, Catatan Robert: Kami Terlalu Lembut di 30 Menit Pertama
• Jadwal Semifinal Coppa Italia Malam Ini Inter Milan vs Napoli Live TVRI Pukul 02.45 WIB
"Kita harus menggunakan peluang yang ada saat ini untuk berusaha keras dan berdiri bersama untuk melawan virus ini di setiap sudut."
"Jika tidak, kita bisa memiliki lebih banyak kasus dan biaya yang jauh lebih tinggi di tangan kita," katanya.
Dikutip dari Aljazeera, WHO juga menyebutkan, vaksin pertama Covid-19 ditargetkan dapat tersedia dalam 18 bulan.
"Jadi kita harus melakukan semuanya hari ini dengan menggunakan sumber daya yang tersedia", kata Ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa.
Menurut Tedros, jika berinvestasi saat ini, maka akan memiliki peluang yang realistis untuk menghentikan wabah virus yang mematikan lebih dari 1.000 orang per Selasa (11/2/2020).
Hingga Selasa (11/2/2020), jumlah orang yang terjangkit virus corona di China meningkat menjadi 42.600.
Sementara itu, angka korban meninggal akibat virus corona di China mencapai 1.016 orang setelah muncul 108 kasus kematian baru.
Selain itu, dalam update hariannya, Komisi Kesehatan China menyebutkan, hampir 2.500 kasus baru penularan virus dikonfirmasi.
\\
\\
\\