Breaking News:

BATAM SIAGA CORONA

Antisipasi Virus Corona di Pelabuhan Batam, Direktur BUP Gelar Rapar Koordinasi

Rapat koordinasi dibuka dengan penayangan video simulasi penanganan virus nCoV di RS dr. Kariadi Semarang.

TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA dokumentasi humas BP Batam
Suasana rapat koordinasi Badan Usaha Pelabuhan dengan pihak terkait, antisipasi masuknya virus corona di pelabuhan Batam. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Mengantisipasi merebaknya penularan virus Novel Corona (nCoV) ke Batam melalui akses transportasi laut, Direktur Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Nelson Idris menggelar rapat koordinasi bersama para pemangku kepentingan pada Senin (10/2/2020) di Kantor BUP, Sekupang.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Kepala Bidang (Kabid) Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Penegakkan Hukum (Gakkum) KSOP khusus Batam, Manager Pelayanan Medik RSBP Batam, perwakilan KSO Pengelola Pelabuhan Internasional, dan para Koordinator Administrasi dan Pengendalian di terminal internasional.

Rapat koordinasi dibuka dengan penayangan video simulasi penanganan virus nCoV di RS dr. Kariadi Semarang. Melalui video tersebut, Nelson menyampaikan bahwa para pemangku kepentingan di terminal Internasional yang menjadi pintu masuk Warga Negara Asing (WNA) ke Indonesia melalui Singapura dan Malaysia juga harus siap dalam mengantisipasi penyebaran virus.

“Terkait pemberitaan Warga Negara Indonesia yang dikabarkan suspect virus corona dan kita memiliki lokasi dekat dengan negara yang sudah terjangkit, yakni Singapura, maka saya undang Bapak,ibu untuk menyamakan pandangan dan memperkuat koordinasi dalam mencegah Virus Corona. Apalagi dengan terjadinya penyebaran Virus Corona turut berdampak pada kondisi pariwisata dan akan berefek pada perekonomian Kota Batam,” ujar Nelson saat membuka rapat koordinasi.





Menanggapi hal itu, Kepala KKP Batam, dr. Achmad Farhani mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai kasus positif virus Novel Corona di Indonesia.

Mengenai pemberitaan terkait enam orang suspect yang masuk melalui Pelabuhan Harbour Bay menuju Tanjung Pinang, dr Achmad mengatakan bahwa data yang dihimpunnya menemukan bukan hanya enam, melainkan tujuh orang anggota keluarga yang melakukan tamasya ke Seoul lalu menuju Singapura dan masuk ke Indonesia melalui Pelabuhan Harbour Bay.

Terkait Virus Corona, Singapura Kehabisan Stok Kondom, Ternyata Dipakai Untuk Ini

Dampak Virus Corona Pukul Pariwisata Bintan, Kadin Usulkan Dispensasi Pembayaran Pajak

“Mereka masuk ke Indonesia lewat Harbour Bay lalu ke Tanjung Pinang pada 4 Januari. Itu jauh sekali dengan rentang 23 Januari di mana Singapura mengumumkan kasus positif Virus Novel Corona untuk pertama kali. Jadi warga Tanjung Pinang ini tidak ada kaitannya dengan kontak langsung dengan penderita positif Corona di Singapura,” imbuhnya.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus Novel Corona di pelabuhan-pelabuhan internasional yang ada di Batam, pihaknya telah menyiagakan alat pendeteksi suhu tubuh, baik thermal scanner maupun thermal gun di pintu kedatangan pelabuhan.

Selain itu, para penumpang feri juga diberikan health alert card untuk memantau kondisi kesehatan mereka selama berada di Indonesia. Di dalam health alert card sendiri, disebutkan jika dalam 14 hari sejak kedatangan ke Indonesia dan penumpang merasakan gejala demam, batuk dan sesak napas maka diimbau untuk segera ke rumah sakit atau Puskesmas dan menunjukkan kartu tersebut.

“Di pelabuhan juga ada petugas kita yang memantau jika ditemukan penumpang dengan peningkatan suhu tubuh, maka kita masukkan ke ruang observasi dan di situ kita lakukan wawancara mendalam, diberikan pemeriksaan lebih lanjut,” imbuhnya.

Halaman
1234
Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved