VIRUS CORONA

Balitbang Kemenkes Periksa 64 Spesimen Virus Corona dari 16 Provinsi, 62 Negatif 2 Masih Diperiksa

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan memeriksa 64 spesimen terkait virus corona (nCoV) dari 16 provinsi.

Balitbang Kemenkes Periksa 64 Spesimen Virus Corona dari 16 Provinsi, 62 Negatif 2 Masih Diperiksa
Kolase Tribun Jabar
Ilustrasi: Persebaran virus corona. (Foto: medscape.com/gisanddata.maps.arcgis.com) Badan penelitian dan pengembangan Kemenkes memeriksa 16 spesimen virus Corona dari 16 Provinsi. Dari hasil pemeriksaan, 62 spesimen negatif virus corona, sementara 2 masih dalam pemeriksaan. 

NATUNA,TRIBUNBATAM.id - Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan memeriksa 64 spesimen terkait virus corona (nCoV).

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Vivi Setiawaty mengatakan, 64 spesimen dari 16 provinsi, pihaknya menemukan 62 spesimen negatif terpapar virus corona. Sementara 2 spesimen sedang dalam pemeriksan.

Adapin 16 provinsi yang mengirim spesimem ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes tersebut di antaranya Provinsi DKI 14 spesimen, Bali 11 spesimen, Jawa Tengah 7 spesimen, Jawa Barat 6 spesimen.

Kemudian Provinsi Jawa Timur sebanyak 6 spesimen, Banten 4 spesimen, Sulawesi Utara 4 spesimen, DIY 3 spesimen, Kalimantan Barat 2 spesimen, Jambi 1 spesimen, Papua Barat 1 spesimen, NTB 1 spesimen, Kepulauan Riau 1 spesimen, Bengkulu 1 spesimen, Kalimantan Barat 1 spesimen, dan Sulawesi Tenggara 1 spesimen.

Prosedur pemeriksaan specimen yang dilakukan di Lab Badan Litbangkes, Kemenkes ini sudah sesuai dengan standar Badan Kesehatan Duni (WHO) dan dikerjakan di Lab Biosafety Level (BSL) 2.

“Itu sudah ada pedomannya dan semua negara menggunakan BSL 2. Kami tidak keluar dari alur minimal yang ditetapkan WHO,” ujarnya, Kamis (13/2/2020).

Vivi mengungkapkan, terdapat fasilitas BSL 2, BSL 3 dan Lab Biorepository untuk penyimpanan materi genetic juga spesimen klinis dari pasien.

Alat dan kemampuan di laboratorium Litbangkes tersebut sudah berstandar WHO.

“Setiap tahun WHO melakukan quality assurance atau akreditasi ke lab kami, dan tiap tahun memang ada orang dari WHO datang untuk akreditasi Lab,” ucap dr Vivi.

Vivi mengungkapkan, spesimen diambil dari pasien di rumah sakit rujukan yang dikirim ke laboratorium Badan Litbangkes.

Spesimen yang diterima Badan Litbangkes minimal 3 spesimen dari 1 pasien.

Halaman
12
Penulis: Beres Lumbantobing
Editor: Septyan Mulia Rohman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved