BATAM TERKINI

DAMPAK Virus Corona, Omset Penjualan Buah di Batam Turun Drastis, Terkait Pembeli dan Pasokan

Para pedagang buah di Batam mengaku kehilangan omset yang cukup banyak sejak merebaknya kasus virus corona yang menimpa China dan beberapa negara lain

DAMPAK Virus Corona, Omset Penjualan Buah di Batam Turun Drastis, Terkait Pembeli dan Pasokan
TRIBUNBATAM.id/ARDANA NASUTION
Kios buah di Pasar Penuin, Lubuk Baja, Batam, Kamis (13/02/2020). Penjual buah mengaku mengalami penurunan omset sejak merebaknya virus corona. 

DAMPAK Virus Corona, Omset Penjualan Buah di Batam Turun Drastis, Terkait Pembeli dan Pasokan

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Para pedagang buah di Batam mengaku kehilangan omset yang cukup banyak sejak merebaknya kasus virus corona yang menimpa China dan beberapa negara lainnya.

Saat TRIBUNBATAM.id melakukan penelusuran, Kamis (13/02/2020) di Pasar Penuin, Lubuk Baja, Batam Kota yang banyak menjual buah-buahan impor.

Menurut seorang pedagang buah bernama Edi, sekarang omsetnya turun dikarenakan banyak pembelinya yang datang dari Singapura dan Malaysia tak lagi muncul.

"Biasanya banyak yang beli di sini kan dari Singapura dan Malaysia, tapi semenjak ada kasus corona ini jadi tak ada lagi. Jadi lumayan turun omset," ungkap Edi.

Edi yang sudah berjualan buah di pasar Penuin sejak 15 tahun yang lalu pun mengaku pembeli dari Batam pun tak sebanyak biasanya.

"Yang dari Batam pun juga sudah jarang, semenjak ada kasus virus corona ini jadi jarang yang membeli," imbuhnya.

HARGA Terbaru Bawang Putih di Batam Setelah China Dihantam Virus Corona

Edi kemudian mengatakan, biasanya dia mendatangkan buah-buahan dari Tiongkok atau China.

Namun, karena terkendalanya pengiriman dari Tiongkok terpaksa dia juga mendatangkan buah-buahan dari negara lain.

"Memang kan pengiriman dari China itu sedang susah, jadi sekarang saya juga banyak datangkan buah dari Australia atau Amerika," sebutnya.

Menurut Edi hanya tinggal buah jeruk yang dia datangkan dari China, buah lain seperti Apel dia datangkan dari negara lain.

"Memang kan kalau dari China harga buahnya lebih murah. Cuma sekarang seperti apel saya ambil dari Amerika walaupun harga jadi lebih mahal, cuma jeruk yang dari China, itu pun tak semuanya. Banyak juga buah lokal," kata Edi.

Edi lalu menceritakan penurunan omsetnya semenjak merebaknya kasus Corona.

"Lumayan jauh turun lah omset saya, sekitar 40 persen ada turun omzet semenjak kasus Corona ini," katanya. (TRIBUNBATAM.id/Ardananasution)

Penulis: Ardana Nasution
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved