BATAM TERKINI

LAHAN Milik Kock Meng Terbengkalai Setelah Divonis 18 Bulan Terkait Kasus Suap ke Gubernur

Kabar terbaru, vonis pidana penjara selama satu tahun 6 bulan dan denda sebesar Rp 100 juta subsider tiga bulan penjara pun telah diterima Kock Meng.

LAHAN Milik Kock Meng Terbengkalai Setelah Divonis 18 Bulan Terkait Kasus Suap ke Gubernur
TRIBUNBATAM.ID/ICHWAN NUR FADILLAH
Lahan Kock Meng di Tanjung Piayu Batam terbengkalai. Kock Meng divonis 1,5 tahun penjara 

LAHAN Milik Kock Meng Terbengkalai Setelah Divonis 18 Bulan Terkait Kasus Suap ke Gubernur

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Beberapa waktu lalu warga Batam dibuat heboh dengan keterlibatan seorang pengusaha dalam kasus suap penerbitan izin reklamasi yang melibatkan mantan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.

Pengusaha itu bernama Kock Meng, pria paruh baya yang dikenal sebagai 'bos pompong' di Nagoya, Batam.

Dari hasil pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu, Kock Meng terbukti menyuap mantan orang nomor satu di Kepri melalui orang kepercayaannya dengan peran yang berbeda-beda yaitu Abu Bakar (terdakwa lain) dan Johanes Kodrat (saksi) untuk penerbitan izin prinsip pemanfaatan ruang laut di Tanjung Piayu, Kota Batam.

Kabar terbaru, vonis pidana penjara selama satu tahun enam bulan dan denda sebesar Rp 100 juta subsider tiga bulan penjara pun telah diterima Kock Meng.

Akibatnya, lahan Kock Meng di Tanjung Piayu Batam terbengkalai. Seperti penuturan Ketua RT 001/RW 010, Rahman.

"Lahan dia (Kock Meng) terbengkalai begitu saja. Tidak ada yang menggarap atau yang peduli, karena lahannya bermasalah dengan hukum," kata Rahman kepada TRIBUNBATAM.id, Rabu (12/2/2020).

Kock Meng, Penyuap Gubernur Kepri Nonaktif Nurdin Basirun Divonis 1,5 Tahun Penjara

Lanjutnya, walau lahan berukuran 50 X 85 meter persegi milik Kock Meng sendiri masuk dalam titik Kampung Tua Tanjung Piayu Laut, namun pemerintah tak ingin ambil resiko untuk mengeluarkan sertifikatnya.

"Beberapa waktu lalu pernah rapat di kantor Wali Kota Batam, katanya untuk lahan bermasalah sementara ditinggal dulu. Ada RKWB juga waktu itu," sambungnya.

Bahkan kata Rahman, lahan Kock Meng sendiri tak akan diukur Badan Pertahanan Nasional (BPN), pada Jumat (14/2/2020).

"Jangan diberi sertifikat, diukur saja tidak. Yang jelas lahan itu kini tak ada pengerjaan apa-apa," tegasnya.

Padahal lahan itu kata Rahman, akan dijadikan restoran pinggir laut oleh Kock Meng sebelum akhirnya dia dibawa oleh KPK. (TRIBUNBATAM.id/Ichwan Nur Fadillah)

Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved