VIDEO - RS Camatha Sahidiya Batam Tolak Pekerjakan Lagi 27 Karyawannya

Pihak Rumah Sakit (RS) Camatha Sahidiya akhirnya angkat bicara terkait aksi demo 27 bidan, perawat dan pegawai lainnya yang mengaku dipecat.

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pihak Rumah Sakit (RS) Camatha Sahidiya akhirnya angkat bicara.

Melalui kuasa hukumnya Ali Amran menjelaskan persoalan perselisihan, antara manajemen dengan 27 bidan, perawat dan pegawai lainnya.

Ali mengatakan, tudingan yang dilayangkan pekerja, tidaklah benar.

Tudingan sebelum yakni, ketika menanyakan gaji, lalu karyawan diberikan sanksi pemutusan hubungan kerja alias PHK.

"Jadi yang sebenarnya terjadi adalah, tanggal 1 Februari 2020 itu adalah Sabtu, Bank tidak buka. Tanggal 2 hari Minggu. Baru diproses tanggal tiga. Manajemen berjanji, tanggal empat pagi paling lama sudah masuk gaji ke rekening masing-masing. Namun tanggal empat itu, 27 karyawan melakukan mogok kerja," jelas Ali.

Aksi mogok kerja itu, kata Ali, tidak sah. Dan sangat menciderai nilai-nilai profesi.

Apalagi pelayanan di sana adalah melayani pasien, yang semestinya tidak dilakukan.

 BREAKING NEWS - Puluhan Perawat dan Bidan RS Camatha Sahidiya Batam Demo di Kantor Walikota

 

Dampak ini pula, manajemen melalui kuasa hukumnya mendaftar permohonan penyelesaian perselisihan hubungan kerja di Disnaker Kota Batam.

Dan berdasarkan anjuran itu, maka kami lakukan PHK.

"Terkait hak-hak pekerja sesuai dengan pasal 156 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan kami sudah sanggupi. Tapi permintaan pekerja itu menurut kami di luar ketentuan. Sehingga mereka melakukan aksi demon ke Pemko dan DPRD. Bagi kami silahkan saja, itu hak," katanya.

Halaman
12
Penulis: Leo Halawa
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved