BATAM TERKINI

Kepastian Hukum di Batam Berubah-ubah, Pengusaha Kapal Ungkapkan Keluhan Ini

Sejumlah pengusaha dalam INSA Batam mengeluhkan aturan hukum yang selalu berubah-ubah sehingga menyulitkan mereka saat menjalankan bisnisnya.

Kepastian Hukum di Batam Berubah-ubah, Pengusaha Kapal Ungkapkan Keluhan Ini
tribunnews batam/ian sitanggang
Ilustrasi kawasan industri galangan kapal atau shipyard di Batam. 

Kepastian Hukum di Batam Berubah-ubah, Pengusaha Kapal Ungkapkan Keluhan Ini

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Beberapa pengusaha yang tergabung dalam Indonesian National Shipowners Association (INSA) Batam kembali mengeluhkan kepastian hukum di Batam yang selalu berubah-ubah.

Hal tersebut diungkapkan sejumlah pengusaha saat rapat bersama dengan Ketua INSA Batam Osman Hasyim di Hotel Travelodge, tepatnya Jalan Duyung, Sungai Jodoh, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Osman mengakui sejumlah pengusaha tersebut bingung dalam menjalankan usahanya.

Apalagi pemerintah tidak menjamin adanya kepastian hukum yang prima, keamanan dan kenyamanan, harga yang bersaing.

"Kita rapat guna menyerap persoalan-persoalan terkini yang dialami oleh anggota-anggota kita. Terus terang, dari penuturan mereka saat ini sudah mengkhawatirkan," ujarnya.

Rusia Lirik Investasi Pembuatan Kapal, Industri Galangan Kapal di Batam Bakal Bangkit?

Diakuinya dengan adanya kepastian hukum, setidaknya bisa membuat INSA Batam bisa melayani untuk kapal-kapal dalam dan luar negeri.

"Kan tidak mungkin melayani dengan tidak memberikan kepastian hukum. Sebentar aturan ini, sementara besok aturan lain," jelasnya.

Sebenarnya, saat ini juga tidak ada titik terang akan adanya pertumbuhan ekonomi di bidang maritim dan pelayaran di Batam.

Padahal Kota Batam itu, memiliki infrastruktur yang sangat mumpuni.

Osman menegaskan Batam memiliki organisasi shipyard yang terdiri dari ratusan perusahaan.

Kemudian tenaga trampil yang mampu memberikan pelayanan ke kapal-kapal dalam negeri dan luar negeri. Dalam rangka penguatan kapal baru dan, reparasi.

"Kita juga tahu bahwa shipyard ini adalah suatu industri yang padat karya. Kemudian kami dari INSA mewakili pemilik kapal dalam dan luar negeri. Di mana kepentingan kita adalah menjamin kapal-kapal yang ada di luar Batam lokal maupun internasional mau untuk melakukan kegiatan di Batam," ujarnya. (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)

Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved