Ungkap Dugaan Suap Perkara MA, KPK Periksa Mantan Anggota Fraksi Partai Demokrat Yosef B Badeoda

Mantan anggota Fraksi Partai Demokrat Yosef B Badeoda diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap penanganan perkara MA.

Ungkap Dugaan Suap Perkara MA, KPK Periksa Mantan Anggota Fraksi Partai Demokrat Yosef B Badeoda
TRIBUNNEWS.com/IRWAN RISMAWAN
Mantan anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Demokrat Yosef B. Badeoda (kanan) meninggalkan Gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Selasa (18/2/2020). Yosef B. Badeoda diperiksa dalam kapasitasnya sebagai advokat untuk bersaksi bagi tersangka mantan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto, dalam kasus suap dan grarifikasi untuk pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA) pada Tahun 2011-2016 yang menjerat mantan Sekretaris (MA) Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono. 

JAKARTA,TRIBUNBATAM.id - Mantan anggota Fraksi Partai Demokrat Yosef B Badeoda diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pemeriksaan dilakukan terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA) tahun 2011-2016.

Yosef diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Hiendra Soenjoto, Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT).

Kapasitas Yosef dalam pemeriksaan hari ini ialah sebagai pengacara Hiendra.

"Yosef diperiksa sebagai lawyer HS. Pemeriksaan terkait dengan pengetahuan saksi bagaimana rangkaian perbuatan dari tersangka ini ketika memberi dugaan suap dan gratifikasi sebanyak Rp46 miliar," ungkap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (18/2/2020) seperti dilansir Tribunnews.com.

Secara keseluruhan, dalam perkara ini eks Sekretaris MA Nurhadi diduga melalui menantunya, Rezky Herbiono, telah menerima suap dan gratifikasi dari Hiendra dengan nilai mencapai Rp46 miliar.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan eks Sekretaris MA Nurhadi; menantu Nurhadi, Riezky Herbiono; dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto sebagai tersangka. KPK belum melakukan penahanan terhadap ketiganya.

Nurhadi dan Rezky diduga menerima suap dan gratifikasi dengan total Rp46 miliar terkait pengurusan perkara di MA tahun 2011-2016.

Dalam kasus suap, Nurhadi dan menantunya diduga menerima uang dari dua pengurusan perkara perdata di MA. Pertama, melibatkan PT Multicon Indrajaya Terminal melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero).

Kemudian, terkait pengurusan perkara perdata sengketa saham di PT MIT dengan menerima Rp33,1 miliar.

Halaman
12
Editor: Septyan Mulia Rohman
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved