Lacak Buronan KPK Harun Masiku, Tim Gabungan Pemeriksa Perlintasan Keimigrasian Periksa Rekaman CCTv
Buronan KPK, Harun Masiku tidak melewati jalur khusus saat tiba di Indonesia melalui Terminal 2 F Bandara Soekarno Hatta.
JAKARTA,TRIBUNBATAM.id - Buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Harun Masiku tidak melewati jalur khusus saat tiba di Indonesia melalui Terminal 2 F Bandara Soekarno Hatta, Selasa (7/1/2020) lalu.
Hal ini disampaikan tim gabungan pemeriksa perlintasan keimigirasian di Gedung Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kemenkumham, Jakarta, Rabu (19/2/2020).
Anggota tim gabungan pemeriksa perlintasan keimigirasian Syofian Kurniawan mengatakan, Harun Masiku sempat mengecap paspornya di pintu kedatangan Imigrasi.
"Berkenaan dengan CCTv tim melakukan pemeriksaan juga terhadap CCTv di Bandara Soekarno-Hatta. Berdasarkan rekamam CCTv tanggal 7 Januari 2020 pukul 17.33.49, Harun Masiku selesai mencap paspor. Saudara Harun Masiku masuk ke Indonesia melalui pintu kedatangan imigrasi," ujar Syofian yang menjabat Kasi Penyidikan Kemenkominfo seperti dilansir Tribunnews.com.
Syofian mengatakan berdasarkan rekaman kamera pengawas CCTv, Harun Masiku sempat pergi ke toilet Terminal 2F Bandara Soetta.
"Kemudian ada proses setelah dari toilet. Saudara Harun Masiku berdasarkan CCTv tidak melalui jalur khusus, tapi melalui kedatangan Imigrasi sebagaimana mestinya," katanya.
Dia menegaskan petugas Imigrasi yang mengecap paspor Harun Masiku telah diperiksa tim gabungan.
Menurutnya, petugas tidak mengetahui dia merupakan Harun Masiku.
"Melakukan pemeriksaan terhadap individu tersebut. Namun dikarenakan dalam satu hari orang yang melintas banyak, yang bersangkutan tidak hafal atau tidak kenal saudara Harun Masiku. Benar Harun Masiku melewati konter kedatangan terminal 2F," ujar Syofian.
Ada 120 Ribu Orang Masuk ke Indonesia Tak Tercatat Imigrasi
Tim gabungan pemeriksa perlintasan keimigirasian menyebut ada 120.661 orang di terminal 2 F Bandara Soekarno-Hatta yang tidak terkirim ke server lokal dan server pusat SIMKIM di Ditjen Imigrasi, termasuk bekas caleg PDIP Harun Masiku.
"Diketahui bahwa sejak tanggal 23 Desember 2019 sampai dengan 10 Januari 2020 terdapat 120.661 data perlintasan orang dari Terminal 2F yang tidak terkirim ke server lokal dan server Pusdakim di Ditjen Imigrasi termasuk di dalamnya data perlintasan atas nama Harun Masiku," kata Anggota tim gabungan Syofian Kurniawan di Gedung Ditjen AHU Kemenkumham, Jakarta, Rabu (19/2/2020).
Kesalahan itu diakibatkan ketidaksinkronan data sejak 23 Desember 2019 atau saat peningkatan Sistem Informasi Manajemen Keimigirasian (SIMKIM) di Terminal 2F hingga 10 Januari 2020.
Akibatnya, data perlintasan Harun di PC konter tidak terkirim ke server lokal Bandara Soekarno-Hatta dan server Pusat Data Keimigrasian (Pusdakim) di Ditjen Imigrasi.
Tidak menutup kemungkinan dari 120 ribu perlintasan itu terdapat pihak-pihak yang beritikad buruk atau berpotensi mengancam keamanan negara.