Teknologi ATB Kantongi Hak Paten, Apa Keunggulannya?

Benny tercatat sebagai penemu teknologi ini. Petugas ATB bisa sangat mudah dan cepat memahami informasi yang ditampilkan di Dashboard

Teknologi ATB Kantongi Hak Paten, Apa Keunggulannya?
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA dokumentasi ATB
Dua manager ATB tengah mendiskusikan data yang ditampilkan di Dashboard ATB Integrated Operation System. Dengan Dashboard ini, ATB mampu memonitor proses produksi hingga distribusi dalam satu layar. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id – Teknologi terintegrasi yang digunakan oleh PT. Adhya Tirta Batam (ATB) resmi mengantongi hak Paten dari Kementerian Hukum dan HAM RI. Paten bernomor IDS000002635 ini diberikan pada 31 Oktober 2019 silam.

"ATB telah dikenal sebagai perusahaan pengelola air yang profesional dan efisien. Namun itu saja tak cukup. ATB harus mampu memberikan kontribusi lebih, dengan menemukan sesuatu yang baru dan inovatif untuk Indonesia," ujar Presiden Direktur ATB, Benny Andrianto.

Benny tercatat sebagai inventor atau penemu teknologi tersebut. Benny telah merumuskan metode khusus agar pelayanan air bisa dilakukan dengan efektifitas yang lebih baik. Setelah menemukan metode yang tepat, dia memanifestasikannya dalam bentuk Integrated Operation System yang telah digunakan ATB sejak tahun 2017 silam.

Sistem tersebut kemudian ditampilkan dalam sebuah Dashboard yang mudah sederhana dan mudah dipahami. Mampu memberikan informasi yang terintegrasi dalam tampilan yang mudah dibaca.

Mulai dari suplai air, kebocoran, tekanan air dan lain sebagainya. Sehingga monitoring dan kontrol terhadap semua flow pengelolaan air, dari hulu ke hilir, bisa dilihat dalam satu tampilan sederhana.

ATB bisa mengidentifikasi tekanan air hanya dengan melihat peta di Dashboard. Tabel permintaan dan suplai juga sangat sederhana dan mudah dipahami. Bahkan petugas bisa tahu berapa total cadangan air di seluruh Batam hanya dengan melihat Dashboard tersebut.

"Saat ini, Dashboard inilah jantung operasi pelayanan air ATB," jelas Benny.

Karena sangat sederhana, petugas ATB bisa sangat mudah dan cepat memahami informasi yang ditampilkan di Dashboard. Dan mereka bisa dengan cepat mengambil keputusan untuk menyikapi informasi tersebut. Baik yang berkaitan dengan tekanan air, aliran air, atau produksi.

Saat ini ATB melayani sekitar 290 ribu sambungan pelanggan. Jika pelayanan dilakukan tanpa menggunakan teknologi yang ditampilkan secara sederhana, maka akan sangat sulit mengontrolnya. Alih-alih bisa memberikan layanan optimal, malah jadi dibebani dengan keruwetan.

"Jika tidak pakai teknologi yang seperti ini, maka kita akan sulit memecahkan masalah utamanya. Bukannya selesai, malah bisa nambah masalah baru,” imbuhnya.

Halaman
12
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved