KECELAKAAN DI BUKIT DAENG

BPJamsostek Serahkan Rp 231,9 Juta ke Ahli Waris Sri Wahyuni Korban Kecelakaan Bukit Daeng Batam

Manfaat program BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) ini diharapkan bisa meringankan beban serta membantu perekonomian keluarga para pekerja.

BPJamsostek Serahkan Rp 231,9 Juta ke Ahli Waris Sri Wahyuni Korban Kecelakaan Bukit Daeng Batam
TRIBUNBATAM.ID/ZABUR ANJASFIANTO
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti didampingi Kepala BPJAMSOSTEK Batam Nagoya menyerahkan santunan JKK kepada ahli waris Sri Wahyuni yang diwakili General Manager PT Epson Zulfahmi, Rabu (19/2/2020). 

BPJamsostek Serahkan Santunan Rp 231,9 Juta ke Ahli Waris Sri Wahyuni Korban Kecelakaan Bukit Daeng Batam

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kepala BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Batam Nagoya Surya Rizal menyerahkan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) kepada ahli waris Sri Wahyuni korban kecelakaan lalulintas di Bukit Daeng Tembesi.

Penyerahan santunan itu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti kepada General Manager PT Epson Zulfahmi sebagai perwakilan ahli waris dari Sri Wahyuni, Rabu (19/2/2020).

Besar santunan yang didapat ahli waris Sri Wahyuni dengan total sebesar Rp 231.946.507.

Santunan itu terdiri dari santunan jaminan kecelakaan kerja (JKK) sebesar Rp 227.800.000 dan santunan jaminan hari tua (JHT) Rp 3.795.907.

Selain itu, ahli waris Sri Wahyuni juga mendapatkan santunan Jaminan Pensiun (JP) berkala yang setiap bulannya mendapatkan Rp 350.700.

"Jadi setiap bulannya, ahli waris dari Sri Wahyuni ini mendapatkan santunan jaminan pensiun (JP) berkala sebesar Rp 350.700. Santunan ini diberikan kepada ahli waris dalam hal ini orangtuanya," kata Kepala BPJamsostek Batam Nagoya, Surya Rizal di sela-sela pemberian santunan dalam acara Costumer Relationship Management (CRM) di Harmoni One Hotel, Rabu (19/2/2020).

Deretan Karangan Bunga Duka Cita di Bukit Daeng Batam, Lokasi Kecelakaan Maut Sri Wahyuni

Sementara untuk korban lainya yang juga peserta BPJamsostek atas nama Erisza Audriana Yuliana, juga mendapat perawatan di Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) BPJamsostek yakni Rumah Sakit Awal Bros Batam, dan seluruh biaya pengobatannya akan ditanggung sepenuhnya oleh BPJamsostek tanpa batasan plafon hingga dinyatakan sembuh.

"Erisza Audriana Yuliana korban lainnya, sudah melewati masa kritis dan sekarang menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Keadaan korban ini terus kita pantau perkembangannya hingga dinyatakan sehat. Untuk biaya ditanggung non limit," kata Surya.

Surya mengatakan inilah bentuk komitmen Negara melalui BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan sekaligus memberikan kesejahteraan bagi para pekerja dan keluarganya.

Dengan adanya manfaat program BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) ini diharapkan bisa meringankan beban serta membantu perekonomian keluarga para pekerja yang menjadi korban.

“Ada hal penting yang harus disadari dan dipahami oleh pekerja yang merupakan hak mendasar dan harus diberikan perusahaan kepada seluruh pekerjanya. Hal tersebut adalah hak pekerja untuk mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujarnya. (TRIBUNBATAM.id/Zabur Anjasfianto)

Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved