Breaking News:

POLDA KEPRI UNGKAP KASUS TKI ILEGAL

3 Penyelundup TKI Ilegal Terancam Pidana 15 Tahun, Angkut TKI dari Malaysia ke Batam

Sedangkan untuk hukuman yang akan dijerat kepada para pelaku, paling berat yaitu kurungan selama 15 tahun.

Penulis: | Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/ALAMUDDIN HAMAPU
Polda Kepri melakukan konfrensi pers terkait Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Pekerja Migran Indonesia secara ilegal, Jumat (21/2/2020). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Wadirkrimun Polda AKBP Ruslan Abdul Rasyid dalam Konfrensi Pers pengungkapan penempatan TKI/PMI Ilegal mengatakan, dari keterangan ketiga pelaku terkait pengantaran dan penjemputan TKI/PMI Ilegal tersebut sudah dilakukan sebanyak dua kali.

"Tetapi kita akan lakukan pendalaman keterangan pelaku. Pengakuannya baru dua kali melakukan kegiatan tersebut," ujarnya, di Mapolda Kepri pada Jumat (21/2/2020) siang.

Sedangkan untuk hukuman yang akan dijerat kepada para pelaku, paling berat yaitu kurungan selama 15 tahun.

"Pasal yang dipersangkakan yaitu 120 Juncto 114 UU No 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian dengan kurungan penjara maksimal 15 tahun penjara, denda paling banyak dan denda maksimal Rp 1 miliar," ujar Ruslan.






Terlihat usai Konfrensi Pers, ketiga pelaku tertunduk sambil menutupi wajahnya saat digelandang ke ruang tahanan dan bersiap menerima proses hukum selanjutnya.

SEGINI Keuntungan Yang Diraup Para Penyelundup TKI Ilegal dari Batam

Direktur Reserse Kriminal Umum ( Dirkrimum) Polda Kepri menggelar konferensi Pers terkait Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) secar Ilegal, Jumat (21/2/2020).

Konferensi pers yang dipimpin Wadirkrimun Polda Kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid juga dihadiri Kasubdit Penmas Humas Polda Kepri dan kasubdit IV Dirkrimum Polda Kepri.

Diungkapkan, Selasa (18/2/2020) lalu Polda Kepri mengamankan 11 orang TKI/PMI ilegal yang pulang dari Malaysia dan ditelantarkan tekong atau orang yang menjemput dari Malaysia di Tanjung Memban, Nongsa.

Dari hasil pengembangan Kepolisian, Rabu (19/2/2020) berhasil diamankan 3 orang tersangka di tempat persembunyian.

Dalam pemaparannya Ruslan mengatakan dari penjemputan yang dilakukan oleh ketiga pelaku, mereka mengambil keuntungan Rp 5 juta sampai Rp 10 juta per orangnya.

"Untuk kepulangan diambil paling banyak 10 jutaan kepada setiap korban untuk biaya penjemputan hingga mengurus kepulangan ke daerahnya masing-masing," katanya.

Wadirkrimun Polda Kepri Ruslan menerangkan, perincian biaya yang diambil dari setiap korban TKI/PMI ilegal tersebut.

"Biaya penjemputan, biaya di darat sebelum pulang daerahnya masing-masing hingga biaya tiket pesawat untuk pulang dan total paling banyak Rp 10 jutaan," ujarnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved