Ibu Unggah Keluhan Anak ke Medsos karena Dibully, Banjir Simpati dari Netizen Hingga Artis

Kasus perundungan (bullying) tidak hanya terjadi di Indonesia. Seorang bocah yang menderita kelainan fisik, dikabarkan dibully oleh teman-temannya.

(Tangkap layar Facebook Yarraka Bayles) - Tribunnews.com
Seorang bocah dibully lantaran kondisi fisiknya yang kerdil. 

TRIBUNBATAM.id - Kasus perundungan (bullying) tidak hanya terjadi di Indonesia. Seorang bocah yang menderita kelainan fisik, dikabarkan telah mendapatkan perundungan (bully) dari teman-temannya.

Bocah yang bernama Quaden berusia 9 tahun tersebut dibully lantaran bentuk fisiknya yang kerdil.

Akibat perundungan tersebut, Quaden pun menangis lantaran baginya hal tersebut menyakitkan, bahkan dirinya menginginkan untuk mati.

"Berikan aku tali, aku ingin mati saja," ujarnya sambil menangis, dikutip dari Metro.co.uk, Jumat (21/2/2020).

Dilansir Tribunnews.com, momen pilu tersebut pun direkam oleh sang ibu, Yarraka Bayles, lantas membagikan video tersebut ke akun sosial medianya.

Dalam video tersebut dirinya menunjukkan kepada orang tua dan guru betapa banyak kerusakan yang ditimbulkan oleh pelaku intimidasi.

Dalam video itu, Yarraka berkata, "Saya baru saja menjemput anak saya dari sekolah, dan menyaksikan episode intimidasi, menghubungi kepala sekolah dan saya ingin orang-orang tahu - orang tua, pendidik, guru - ini adalah efek yang dimiliki oleh intimidasi."

Yarraka mengatakan dia melihat murid lain menepuk kepala Quaden dan mengolok-olok tinggi badannya.

"Saya ingin orang-orang tahu betapa sakitnya kita sebagai keluarga," ujarnya.

Video tersebut pun viral, dan telah mendapat perhatian dari beberapa warganet, termasuk juga para publik figur dunia.

Halaman
123
Editor: Septyan Mulia Rohman
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved