Breaking News:

POLDA KEPRI UNGKAP KASUS TKI ILEGAL

Ini Peran Ketiga Pelaku yang Jemput TKI Ilegal dari Malaysia ke Batam

Ini peran ketiga pelaku. AK merupakan pemilik kapal yang digunakan untuk mengantar dan menjemput para TKI/PMI yang masuk ke Malaysia secara Ilegal.

Penulis: | Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/ALAMUDDIN HAMAPU
Polda Kepri melakukan konfrensi pers terkait Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Pekerja Migran Indonesia secara ilegal, Jumat (21/2/2020). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Dari Konfrensi Pers yang dipimpin oleh Wadirkrimun Polda Kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid, diketahui ketiga pelaku berinisial AK, MK dan AN.

"Kita amankan pelaku di lokasi persembunyiannya sehari setelah pengamanan 11 orang korban TKI/PMI Ilegal," ujarnya, Jumat (21/2/2020) di Mapolda Kepri.

Ia melanjutkan, pelaku AK merupakan pemilik kapal yang digunakan untuk mengantar dan menjemput para TKI/PMI yang masuk ke Malaysia secara Ilegal.

Sedangkan MK berperan sebagai nakhoda atau orang yang mengemudikan kapal Fiber dengan mesin 200 pk yang digunakan menjemput TKI/PMI dari Malaysia.



Dan untuk pelaku AN, berperan sebagai Anak Buah Kapal di kapal fiber yang digunakan untuk menjemput para TKI/PMI ilegal tersebut.

Dari 11 orang TKI/PMI yang bekerja secara ilegal ini, ada 9 orang laki-laki. Satu diantaranya adalah anak di bawah umur, sedangkan 2 orang lainnya berjenis kelamin perempuan.

Para korban tersebut berasal beberapa daerah berbeda yaitu, Jawa timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Lampung. Untuk para korban saat ini sudah dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing dengan berkoordinasi dengan BP3TKI.

Terancam Pidana 15 Tahun

Wadirkrimun Polda AKBP Ruslan Abdul Rasyid dalam Konfrensi Pers pengungkapan penempatan TKI/PMI Ilegal mengatakan, dari keterangan ketiga pelaku terkait pengantaran dan penjemputan TKI/PMI Ilegal tersebut sudah dilakukan sebanyak dua kali.

"Tetapi kita akan lakukan pendalaman keterangan pelaku. Pengakuannya baru dua kali melakukan kegiatan tersebut," ujarnya, di Mapolda Kepri pada Jumat (21/2/2020) siang.

Sedangkan untuk hukuman yang akan dijerat kepada para pelaku, paling berat yaitu kurungan selama 15 tahun.

"Pasal yang dipersangkakan yaitu 120 Juncto 114 UU No 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian dengan kurungan penjara maksimal 15 tahun penjara, denda paling banyak dan denda maksimal Rp 1 miliar," ujar Ruslan.

Terlihat usai Konfrensi Pers, ketiga pelaku tertunduk sambil menutupi wajahnya saat digelandang ke ruang tahanan dan bersiap menerima proses hukum selanjutnya.

SEGINI Keuntungan Yang Diraup Para Penyelundup TKI Ilegal dari Batam

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved