BATAM TERKINI

STOK Air Baku di Batam Kian Menipis, Presiden Direktur ATB : Hanya Doa yang Bisa Pecahkan Masalah

Debit air yang ditampung di lima waduk terus mengalami penyusutan, terutama Waduk Duriangkang, yang kini menopang 80 persen kebutuhan Kota Batam.

STOK Air Baku di Batam Kian Menipis, Presiden Direktur ATB : Hanya Doa yang Bisa Pecahkan Masalah
Istimewa
Kondisi Dam Duriangkang Batam 

STOK Air Baku di Batam Kian Menipis, Presiden Direktur ATB : Hanya Doa yang Bisa Pecahkan Masalah 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Ketersediaan air baku di Kota Batam terus menyusut dan mulai mengkhawatirkan.

Bahkan, debit air yang ditampung di lima waduk terus mengalami penyusutan, terutama Waduk Duriangkang, yang kini menopang 80 persen kebutuhan Kota Batam.

Meski penyusutannya per hari tidak terlalu tinggi, akan tetapi hal ini tetap akan menjadi masalah besar, karena saat ini ketersediaan air di waduk Duriangkan hanya bisa dipergunakan paling lama hingga minus 2 meter ke depan.

Sebab masa maksimum penyusutan yang bisa dipergunakan secara maksimal hanya sampai minus 5 meter, sedangkan saat ini penyusutan sudah mendekati minus 3, tentunya masih ada minus 2 meter lagi batas penggunaaan maksimal.

Seperti pada pantauan melalui dashboard sistem pengelolaan air terintergrasi milik PT Adhya Tirta Batam (ATB). Sistem ini adalah teknologi terbaru milik perusahaan yang telah mengantongi paten dari Kemenkumham.

Alat ini menunjukkan bahwa kondisi air di waduk Duriangkang telah berada pada level hingga mendakati minus 3 meter di bawah spillway.

ATB Warning Stok Air Baku Semakin Menipis: Batam Sangat Bergantung Curah Hujan

Jika debit air berada di angka minus 3 meter di bawah spillway, maka suplai air bagi sekitar 200.000 pelanggan rumah tangga, bisnis dan industri di Kota Batam akan terganggu.

Solusinya hanya doa Presiden Direktur ATB, Benny Andrianto Antonius mengatakan, saat ini langkah yang bisa dilakukan hanyalah berdoa.

Doa tersebut bertujuan untuk meminta kapada Tuhan YME agar diberikan hujan sehingga penyusutan air bersih tersebut bisa teratasi di Batam.

Halaman
123
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved