Breaking News:

KOMISARIS PT PMB DITAHAN

Sambut Baik Penahanan Komisaris PT PMB, Warga Minta Uang Mereka Kembali

Warga yang telah menyetorkan uangnya menyambut baik ditahannya Komisaris PT PMB, Zazli. Mereka meminta uang yang sudah disetorkan dikembalikan.

Penulis: Ichwan Nur Fadillah | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM/LEO HALAWA
Staf BPKN sedang mendata konsumen yang merasa dirugikan oleh pihak PT. Prima Makmur Batam (PMB) di Gedung DPRD Kota Batam, Senin (24/9/2019) siang. Warga yang sudah menyetorkan uang ke PT PMB mengapresiasi langkah hukum dengan ditahannya komisaris PT PMB, Zazli. 

Ia tertarik akibat harga murah yang ditawarkan oleh pihak perusahaan.

"Kami hanya wong cilik (orang kecil), ada lahan murah ya tertarik," sambungnya sambil menjelaskan jika telah terbeli, lahan itu akan dibangunnya rumah tanpa harus menyewa tukang.

Komisaris PT PMB Ditahan Penyidik KLHK, Diduga Alih Fungsi Hutan Lindung jadi Kaveling Siap Bangun

Ratusan Konsumen PT PMB di Punggur Mengadu ke DPRD, Beli Kavling di Hutan Lindung

Ia mengatakan dengan profesinya sebagai buruh kasar, ia tak perlu lagi repot-repot untuk membangun rumah dengan mengeluarkan biaya yang besar.

"Kami kan kuli. Jadi memang sudah direncanakan, karena kalau dikasih tukang ada biaya lagi," keluhnya.

Sukardi mengakui jika ia bersama istrinya sampai harus menggadaikan rumah milik mereka di kampung halaman demi mewujudkan cita-cita memiliki rumah sendiri.

"Harga lahan di sana (Punggur) Rp 24 juta, kami cuma ada beberapa juta saja. Jadi sepakat menggadaikan rumah ke bank. Rumah tak dapat, utang nambah," jelasnya sambil menceritakan keinginannya bersama keluarga sangat kuat untuk memiliki rumah di Kota Batam.

Maksud hati melunasi pembayaran agar lahan dapat segera dibangun rumah, Sukardi malah jadi buntung.

Pasalnya, KLHK kini telah menindaklanjuti pihak perusahaan terkait dugaan pengalihan hutan lindung menjadi kaveling.

Apa daya, Sukardi kini harus merelakan uang puluhan juta miliknya sambil berharap pihak terkait dapat segera menyelesaikan permasalahan ini.

"Saya tak berpendidikan tinggi, mana tahu itu hutan lindung atau tidak. Berharap ada solusi saja," tambahnya.

Sukardi diketahui membeli lahan seluas 8X12 meter persegi.(TribunBatam.id/Ichwannurfadillah)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved