HUMAN INTEREST

Demi Jadi PNS, Pria Asal Martubung Medan Ini Rela Jauh-jauh Datang ke Anambas, Sayang Gagal Tes

Demi cita-cita Tuah Laksmana ingin menjadi PNS, ia rela meninggalkan kampung halamannya di Medan untuk datang ke Anambas.

Demi Jadi PNS, Pria Asal Martubung Medan Ini Rela Jauh-jauh Datang ke Anambas, Sayang Gagal Tes
TRIBUNBATAM.ID/RAHMA TIKA
Pria asal Martubung, Kecamatan Labuan Deli, Medan bernama Tuah Laksmana yang mengikuti CPNS di Anambas. 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Tidak hanya putra-putri daerah Kabupaten Kepulauan Anambas saja yang bersemangat ingin jadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), namun peserta dari luar daerah pun rela datang jauh-jauh untuk ikut tes CPNS di Kepulauan Anambas.

Dia adalah Tuah Laksmana. Pria berusia 26 tahun ini berasal dari Martubung, Kecamatan Labuan Deli, Medan. Demi cita-citanya ingin menjadi PNS, ia rela meninggalkan kampung halamannya untuk datang ke Anambas.

Pria yang biasa disapa Tuah ini, mengaku butuh perjalanan panjang bagi dia sampai di Anambas.

"Serius ini sih perjalanan yang panjang banget buat saya, ke sini saya naik kapal 3 kali loh, ternyata nggak semudah yang saya bayangkan," ujar Tuah, pada Senin (24/2/2020).







Ia harus menempuh perjalanan menggunakan Kapal Kelud dari pelabuhan Belawan tujuan pelabuhan Batu Ampar (Batam), ditempuh dengan waktu 1 hari 1 malam. Setelah itu melanjutkan ke Tanjungpinang menggunakan ferry. Terakhir menggunakan KM. Bukit Raya menuju Tarempa, Kepulauan Anambas.

Saat ditemui pada hari terakhir ujian SKD di Kantor Bupati Kepulauan Anambas, Tuah mengatakan tujuan ke Anambas untuk mengikuti CPNS dan ingin mengabdi menjadi seorang guru Bahasa Indonesia jika lulus nanti.

"Mau ngajar di sini, saya emang niat pengen ngajarin anak-anak di sini. Apalagi ini kan masih daerah Kepulauan, pasti butuh guru, motivasi terbesar saya ingin ajak orang tua saya ke sini kalau saya lulus," tuturnya.

Cuaca Buruk Hadang Peserta Ujian SKD di Anambas, 155 Pendaftar CPNS Tak Ikut Ujian

Drama Tes CPNS di Bintan, Dari Lobi-Lobi Peserta hingga Tawaran Uang Rp 1 Miliar

Meski harus tinggal di sebuah kos-kosan dengan biaya sendiri, tak menyurutkan semangat Tuah untuk bersaing dengan ratusan CPNS lainnya.

"Di sini masih ngekos, saya juga kan pernah ikut nari, jadi kenal sama orang di sini diminta buat ngajarin nari, lumayan untuk uang masuk sehari-hari," ungkapnya.

Saat ditanya bagaiaman hasil ujian SKD yang baru saja dilaluinya, dengan raut sedih ia menghela nafas.

Halaman
1234
Penulis: Rahma Tika
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved