Breaking News:

BATAM TERKINI

Direskrimum Polda Kepri Selamatkan 294 TKI Ilegal Sepanjang 2019 hingga Februari 2020

129 TKI ilegal diselamatkan Polda Kepri tahun lalu. Menyusul hingga Februari 2020 ada 165 orang. Total keseluruhan ada 294 orang

Penulis: | Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/ALAMUDDIN HAMAPU
Polisi Daerah (Polda) Kepulauan Riau (Kepri) melalui Ditreskrimum mengamankan pelaku praktik penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI), belum lama ini 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Selama tahun 2019 Ditreskrimum Polda Kepri menangani 8 kasus Penempatan Tenaga Kerja (TKI) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara ilegal di wilayah hukum Polda kepulauan Riau.

Dari 8 kasus tersebut ada sekitar 129 orang TKI/PMI Ilegal yang diselamatkan. Selama tahun 2019 itu juga ditetapkan 12 orang pelaku.

Sedangkan untuk tahun 2020 hingga Februari, ada sekitar 5 kasus yang ditangani dengan korban sebanyak 165 orang, dan menetapkan 10 orang tersangka.

Angka penanganan kasus di tahun 2020 awal ini lebih meningkat dibandingkan dengan penanganan di tahun sebelumnya. Ada sekitar 129 orang tahun lalu. Total keseluruhan 294 orang.







Kasubdit IV Dirkrimum Polda Kepri Dhani Catra Nugraha mengatakan, banyak orang yang masih terpengaruh dengan iming-iming dan gaji yang cukup besar ketika bekerja di luar negeri.

"Dari penanganan korban TKI/PMI ilegal di wilayah hukum Polda Kepri, faktor yang banyak diakui para korban untuk bekerja adalah faktor ekonomi," ujarnya.

Dhani juga menjelaskan bahwa para pelaku yang melakukan perekrutan biasanya langsung ke daerah tempat asal para calon TKI/PMI Ilegal.

Nyalakan Hp di atas Kapal, Seorang TKI Ilegal Dipukul Penjemputnya Dari Malaysia

Ini Peran Ketiga Pelaku yang Jemput TKI Ilegal dari Malaysia ke Batam

"Biasanya melalui teman atau kenalan yang sudah terlebih dahulu menjadi PMI/TKI ilegal dan merekomendasikan agen kepada calon TKI/PMI yang akan bekerja secara ilegal," ujarnya.

Sedangkan menurut Dhani, proses para pelaku atau oknum mengambil keuntungan dari calon TKI/PMI ilegal itu, para korban sebelum keluar negeri ke tempat transit harus membayar sejumlah uang dan ketika akan berangkat secara ilegal ke Malaysia juga harus membayar sejumlah biaya.

Dikatakan Dani ada dua metode para PMI/TKI masuk ke luar negeri untuk bekerja secara ilegal. Pertama masuk secara resmi menggunakan paspor tetapi permit yang digunakan adalah permit untuk jalan-jalan bukan sebagai pekerja.

Sedang metode yang satu lagi menggunakan jalur belakang, tidak memiliki satu pun surat-surat untuk bekerja di luar negeri. (tribunbatam.id/Alamudin Hamapu)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved