BATAM TERKINI

Gegara Utang, Aldi Diborgol di Bawah Pohon Jembatan IV Barelang Batam, Begini Nasibnya

Karena tak sanggup membayarnya, kedua beradik itu pun naik pitam. Hingga akhirnya membawa Aldi ke jembatan empat Barelang.

Gegara Utang, Aldi Diborgol di Bawah Pohon Jembatan IV Barelang Batam, Begini Nasibnya
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA DOK ALDI CHANIAGO
Aldi Chaniago saat diborgol di bawah pohon pada Sabtu (15/2/2020) di sebuah tempat di Jembatan IV Barelang Batam

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Seorang warga bernama Aldi Chaniago, mengaku diculik oleh oknum anggota Polsek Galang Batam berinisial Zu. Kepada TribunBatam.id. dia menceritakan, kejadian itu terjadi Jumat (14/2/2020) sekitar pukul 23.00 WIB.

Saat itu, dia dan rekan bisnisnya berinisial Fa berada di sebuah Foodcourt Nagoya Batam. Fa tak lain adalah adik kandung Zu.

Kedatangan Fa dan Zu kepada Aldi adalah untuk menagih utangnya sebesar Rp 60 juta. Hanya saja, Aldi mengaku, utang dia kepada Fa terlalu besar.

"Karena pokok utang saya hanya Rp 35 juta. Ketika dibilang Rp 60 juta saya kaget. Bunga uang terlalu tinggi. Dan saya tidak sanggup membayarnya. Masih sempat nego-nego di Foodcourt itu," kata Aldi, Senin (24/2/2020) siang.






Karena tak sanggup membayarnya, kedua beradik itu pun naik pitam. Hingga akhirnya membawa Aldi ke jembatan empat Barelang.

"Itu malam-malam saya diculik. Lebih jam 12 malam lewat. Berarti itu sudah masuk Sabtu 15 Februari 2020. Di dalam mobil, baik Zu dan Fa memukuli saya," beber Aldi.

Terlilit Hutang, Karyawan Toko di Prabumulih Karang Cerita Perampokan Disertai Penyekapan

Sesampai di jembatan empat Barelang, kedua kakak beradik itu mengikatnya dengan borgol di bawah pohon. Mereka mengancam Aldi, jika tidak dibayar pukul lima Subuh akan menenggelamkannya ke tengah laut.

"Uang saya saat itu hanya Rp 10 juta. Berarti sisa Rp 50 juta lagi. Saya pun sudah ketakutan. Ditambah lagi dipukuli, dan saya takut ancaman itu. Karena merasa takut, akhirnya saya minta bantuan ke kakak saya Rp 50 juta untuk segera dikirim sebelum jam lima subuh itu. Kalau tidak saya akan mati dieksekusi," cerita Aldi.

Awalnya, kakak Aldi tidak percaya. Sehingga sempat tersendat uang Rp 50 juta dikirim. Akhirnya, menggunakan ponsel milik Aldi kedua kakak beradik itu memotret Aldi Chaniago yang sudah diikat dengan borgol di bawah pohon.

"Foto saya yang diikat itu lalu dikirim di hp kakak saya. Baru kakak saya percaya kalau saya sedang dalam ancaman. Akhirnya, uang Rp 50 juta dikirim. Setelah dikirim maka Rp 60 juta saya berikan ke Fa. Ia saya dipukuli habis," katanya.

Masih dengan cerita Aldi Chaniago. Ia mengatakan, Fa merupakan rekan bisnisnya. Mereka bergerak di bidang jual-beli berlian. Awalnya hubungan mereka berjalan baik. Hanya saja, di tengah perjalanan keduanya berselisih. Hingga dirinya mengaku diculik di Batam.

Hingga berita ini dimuat, wartawan tribunbatam.id sedang menghubungi Polsek Galang guna konfirmasi.

Kapolsek Galang AKP Herman Kelly belum memberikan jawaban soal dugaan anggotanya memborgol Aldi Chaniago. Ketika dihubungi belum berhasil. Pesan singkat yang dikirim via WhatsApp juga belum dibalas meski terlihat sedang online.

(TribunBatam.id/leo halawa)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved