Breaking News:

ANAMBAS TERKINI

Sempat Terhenti, Dinkes Anambas Lanjutkan Pembangunan 2 Puskesmas, Siapkan Dana Rp 12 Miliar

Rencana pembangunan Puskesmas di Kecamatan Siantan Selatan dan Siantan Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas kembali dilanjutkan.

Penulis: Rahma Tika | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.ID/RAHMA TIKA
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) Herianto, saat ditemui di Kantornya. Pembangunan 2 puskesmas masing-masing di Kecamatan Siantan Selatan dan Siantan Timur kembali dilanjutkan. 

ANAMBAS,TRIBUNBATAM.id - Rencana pembangunan Puskesmas di Kecamatan Siantan Selatan dan Siantan Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas kembali dilanjutkan.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kepulauan Anambas, Herianto mengatakan, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), alokasi dana lebih dari Rp 12 miliar untuk pembangunan fasilitas kesehatan di 2 kecamatan itu.

Pembangunan dua puskesmas di Kabupaten Kepulauan Anambas ini, sebelumnya sempat menemui kendala dalam proses pembangunannya.

Penyebabnya, adanya kelalaian dari pihak ketiga dalam proses pengerjaannya.

"Insya Allah 2020, pembangunannya akan dilanjutkan," ucapnya, Senin (24/2/2020).

Selain dana Pemerintah Pusat, sumber dana dari Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) rencananya akan digelontorkan untuk melelang perubahan perencanaan.

Selain dua kecamatan tersebut, pembangunan puskesmas di tahun 2019 dilakukan di Kecamatan Jemaja, Palmatak dan Siantan Tengah.

Tiga Proyek Sempat Dihentikan

Badan Keuangan Daerah (BKD) menerima laporan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait 3 proyek yang dihentikan pada anggaran 2019 lalu.

Laporan 3 proyek yang dihentikan ini yaitu pembangunan puskesmas (2 laporan) dari Dinas Kesehatan, dan pembangunan sentra industri kecil menengah (SIKM).

Kepala Badan Keuangan Daerah Azwandi membenarkan hal tersebut.

"Iya itu laporan akhir dari dinas, ada 3 proyek yang dihentikan pada tahun 2019, sebabnya putus kontrak dengan alasan pekerjaan tidak sesuai kontrak," terang Azwandi kepada wartawan, Rabu (19/2/2020).

Untuk saat ini sisa anggaran proyek yang telah diberhentikan masih disimpan pada kas daerah.

"Tapi anggaran ini tidak bisa kita lanjutkan di 2020 ini, kita sudah cari solusi dan bisa dilanjutkan nanti di tahun 2021, akan kami masukkan pada APBD 2021," ungkapnya.

Sebelumnya, diketahui bahwa pemberhentian puskesmas yang dilaporkan itu berada di Kecamatan Siantan Selatan dan Siantan Timur.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Herianto mengatakan, dihentikannya pembangunan tersebut dikarenakan kontraktor tidak memenuhi komitmen pada kontrak.

"Mereka tidak komitmen, lalu tidak tepat waktu juga, padahal pekerjaan fisik sudah 34 persen di Puskesmas Siantan Selatan, dan 31 persen di Siantan Timur," sebutnya saat dihubungi via WhatsApp. (TribunBatam.id/Rahma Tika)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved